Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Personal Branding Content Creator Bengkulu (Studi Kasus pada Akun Media Sosial TikTok @cekelenehem) Litami Agustin; Lisa Adhrianti; Verani Indiarma
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3525

Abstract

Dengan perkembangan media sosial, personal branding menjadi penting bagi content creator untuk membangun identitas diri yang kuat dan menarik perhatian audiens. Menciptakan identitas yang kuat semakin sulit karena fenomena content creator yang semakin meningkat di Indonesia, salah satunya di Bengkulu. Untuk melakukan personal branding, content creator harus memiliki ciri khas unik yang membedakannya dari content creator lain dan juga kredibilitas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui strategi personal branding content creator TikTok @cekelenehem menggunakan delapan konsep personal branding dari Montoya dan Vandehey. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam paradigma interpretif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipant dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding yang dibangun oleh Adi Idham Siregar telah memenuhi kedelapan konsep dari Montoya dan Vandehey. Personal brand yang dibangun oleh Adi Idham lebih fokus pada konsep spesialisasi dan perbedaan, sehingga dapat disimpulkan ia berhasil membangun personal brand sebagai content creator TikTok dengan fokus utama konten pada bidang UMKM kuliner dengan kepribadian yang cheerful, ramah, dan percaya diri.
Komodifikasi Identitas Cross Gender pada Content Creator dalam Memenuhi Tuntutan Algoritma Di Media Sosial Ando Ramadika; Lisa Adhrianti; Neneng Cucu Marlina
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v8i1.1603

Abstract

This research is motivated by the shift in cross-gender identities on social media, which are no longer simply self-expression but have become commodified within the system of digital platform capitalism, particularly among content creators in Bengkulu. This study aims to analyze these commodification practices through the creators' lived experiences constructing, negotiating, and monetizing their identities. The method used is qualitative with a phenomenological approach through in-depth interviews and observations of two local content creators. The results show that cross-gender identities have been integrated into the logic of the platform economy, where algorithms influence content visibility and strategy, while the attention economy drives production intensity and audience engagement. The identities displayed become economically valuable commodities in commercial partnerships, and creators' activities reflect flexible digital labor without clear work boundaries. Furthermore, there is a negotiation between local Bengkulu culture and the demands of global platform capitalism in the packaging of identities. Therefore, creators' digital identities are not neutral but are shaped by the power relations of technology and the platform economy.