Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Sekolah Dasar Advent Nabire di Papua Tengah dalam mengadaptasi Kurikulum Merdeka (KM) guna mengintegrasikan nilai-nilai religius Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (SDA) dan pembentukan karakter. KM memberikan otonomi yang signifikan, namun menghadirkan tantangan dalam menyelaraskan mandat nasional Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan filosofi holistik Pendidikan Advent yang berpusat pada perkembangan karakter dan spiritualitas Kristen. Strategi yang diterapkan berfokus pada pemanfaatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai vektor utama, didukung oleh metodologi Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM). P5 berfungsi untuk mengontekstualisasikan nilai-nilai keagamaan ke dalam tindakan nyata, sementara PAIKEM memfasilitasi internalisasi melalui pengalaman. Keberhasilan implementasi secara fundamental ditopang oleh kompetensi dan peran kolaboratif guru. Penelitian ini menggunakan desain Studi Kasus Tunggal Terintegrasi (Embedded Single-Case Study). Data dikumpulkan melalui triangulasi teknik (wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi), dan dianalisis menggunakan model tematik untuk menjamin kedalaman dan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi ini berhasil, menghasilkan perubahan positif yang signifikan dalam pengembangan karakter siswa, khususnya dalam peningkatan disiplin, etika, dan tanggung jawab, serta mendukung pertumbuhan spiritual siswa. Studi kasus ini menyimpulkan bahwa KM memberikan fleksibilitas struktural yang diperlukan bagi sekolah berbasis agama untuk mempertahankan kekhasan institusionalnya sambil mencapai tujuan pendidikan nasional, menawarkan blueprint yang efektif bagi institusi sejenis. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Integrasi Nilai, Pendidikan Karakter