Maria Asumta Rambu Maramba Nahu
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Inklusif terhadap Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional Dimediasi oleh Kepercayaan Organisasional di PT. Sahasrabhanu Cipta Karya Yogyakarta Maria Asumta Rambu Maramba Nahu; Ignatius Soni Kurniawan; Nala Tri Kusuma
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6722

Abstract

Fenomena kesulitan mempertahankan karyawan berkinerja tinggi mencerminkan kebutuhan akan gaya kepemimpinan yang menumbuhkan kepercayaan, meningkatkan kepuasan kerja, dan memperkuat komitmen organisasi. Kepemimpinan inklusif dianggap relevan karena melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan, mendengarkan masukan mereka, dan menciptakan lingkungan kerja yang terbuka. Populasi dalam penelitian ini mencakup semua karyawan di PT Sahasrabhanu Cipta Karya Yogyakarta. Pengumpulan data melibatkan 50 responden, yang kemudian dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan inklusif memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap tingkat kepercayaan pada organisasi. Tidak hanya itu, kepemimpinan inklusif juga memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja, secara langsung maupun melalui kepercayaan organisasi sebagai mediator yang menjembatani hubungan tersebut. Meskipun kepemimpinan inklusif tidak memiliki efek langsung pada komitmen organisasi, efek tidak langsung melalui komitmen organisasi terbukti kuat. Komitmen organisasi juga terbukti berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Temuan penelitian ini mengkonfirmasi bahwa penerapan kepemimpinan inklusif, yang ditunjukkan melalui partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan, keterbukaan pemimpin terhadap masukan, dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung, dapat memperkuat kepercayaan karyawan dan kepuasan kerja. Dengan demikian, kepemimpinan inklusif dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengurangi tingkat keluar masuk karyawan dan mengoptimalkan manajemen sumber daya manusia.