Nala Tri Kusuma
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Lingkungan Kerja, Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja pada Karyawan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY Rahmawati Kusumaningrum; Prayekti Prayekti; Nala Tri Kusuma
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i4.2218

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, disiplin kerja terhadap prestasi kerja pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berjumlah 80 karyawan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner. Dalam penelitian ini menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, uji hipotesis. Analisis data yang digunakan regresi linear berganda dengan pengolahan data menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja. Kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, disiplin kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja.
Pengaruh Leader Member Exchange Terhadap Work Role Performance dan Innovative Work Behaviour dengan Employee Engagement Sebagai Variabel Mediasi pada Lembaga Pendidikan Nonformal Internasional Mental Aritmatika Yogyakarta Arif Fajar Sugiarto; Prayekti Prayekti; Nala Tri Kusuma
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i4.2468

Abstract

This study aims to determine the effect of leader member exchange on work role performance and innovative work behavior with employee engagement as a mediating variable at the IMA Yogyakarta Nonformal Education Institute. The population in this study were employees who worked at the IMA Yogyakarta Nonformal Education Institute, totaling 60 employees using the saturated sampling technique. The data collection method uses questionnaire distribution. The results showed that leader member exchange has a positive and significant effect on employee engagement. Leader member exchange has a positive and significant effect on work role performance. Leader member exchange has a positive and significant effect on innovative work behavior. Employee engagement is not able to mediate the effect of leader member exchange on work role performance. Employee engagement is not able to mediate the effect of leader member exchange on innovative work behavior. The implications of this research hopefully can be used as a reference for non-formal educational institutions IMA Yogyakarta in improving the relationship between superiors and other employees so that the relationship between the two can improve to be better than before and can be a source of information and reference for future researchers.
Pengaruh Kepemimpinan Demokratis, Lingkungan Kerja, dan Kerja Sama Tim terhadap Komitmen Organisasional Pegawai Inspektorat Kabupaten Sumba Barat Daya Kasilda Dodok; Ignatius Soni Kurniawan; Nala Tri Kusuma
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober-November 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i6.6557

Abstract

Komitmen organisasional merupakan faktor penting yang memengaruhi efektivitas organisasi publik, namun praktiknya sering menghadapi tantangan akibat variasi gaya kepemimpinan, kondisi lingkungan kerja, dan kualitas kerja sama tim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan demokratis, lingkungan kerja, dan kerja sama tim terhadap komitmen organisasional Pegawai Negeri Sipil di Kantor Inspektorat Kabupaten Sumba Barat Daya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei, melibatkan seluruh 57 Pegawai Negeri Sipil sebagai responden dengan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kepemimpinan demokratis dan lingkungan kerja memberikan kontribusi positif terhadap penguatan komitmen organisasional, sementara kerja sama tim menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan terhadap komitmen organisasional. Temuan ini memiliki implikasi bagi praktik manajemen sumber daya manusia di sektor publik, terutama dalam merancang gaya kepemimpinan partisipatif, membangun lingkungan kerja yang kondusif, dan memperkuat kualitas mekanisme kerja sama tim yang meningkatkan keterikatan dan loyalitas pegawai.
Pengaruh Kepemimpinan Inklusif terhadap Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasional Dimediasi oleh Kepercayaan Organisasional di PT. Sahasrabhanu Cipta Karya Yogyakarta Maria Asumta Rambu Maramba Nahu; Ignatius Soni Kurniawan; Nala Tri Kusuma
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6722

Abstract

Fenomena kesulitan mempertahankan karyawan berkinerja tinggi mencerminkan kebutuhan akan gaya kepemimpinan yang menumbuhkan kepercayaan, meningkatkan kepuasan kerja, dan memperkuat komitmen organisasi. Kepemimpinan inklusif dianggap relevan karena melibatkan karyawan dalam proses pengambilan keputusan, mendengarkan masukan mereka, dan menciptakan lingkungan kerja yang terbuka. Populasi dalam penelitian ini mencakup semua karyawan di PT Sahasrabhanu Cipta Karya Yogyakarta. Pengumpulan data melibatkan 50 responden, yang kemudian dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan inklusif memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap tingkat kepercayaan pada organisasi. Tidak hanya itu, kepemimpinan inklusif juga memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kepuasan kerja, secara langsung maupun melalui kepercayaan organisasi sebagai mediator yang menjembatani hubungan tersebut. Meskipun kepemimpinan inklusif tidak memiliki efek langsung pada komitmen organisasi, efek tidak langsung melalui komitmen organisasi terbukti kuat. Komitmen organisasi juga terbukti berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja. Temuan penelitian ini mengkonfirmasi bahwa penerapan kepemimpinan inklusif, yang ditunjukkan melalui partisipasi karyawan dalam pengambilan keputusan, keterbukaan pemimpin terhadap masukan, dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung, dapat memperkuat kepercayaan karyawan dan kepuasan kerja. Dengan demikian, kepemimpinan inklusif dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengurangi tingkat keluar masuk karyawan dan mengoptimalkan manajemen sumber daya manusia.
The Effect Perceived Supervisor Trust on Organizational Commitment: The Mediating Role of Job Burnout Nadia Iga Pramesty; Ignatius Soni Kurniawan; Nala Tri Kusuma
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 2 (2025): Dinasti International Journal of Education Management And Social Science (Decem
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i2.5681

Abstract

Employee welfare and the quality of relationships between leaders and subordinates are widely recognised as essential determinants of organisational success. These factors play a critical role in shaping employees’ attitudes, particularly their level of organisational commitment. In line with this perspective, this study aims to examine the effect of perceived superior trust and job burnout on organisational commitment, as well as to determine whether perceived superior trust influences job burnout. This study involved all 45 employees of PT Yogyakarta Tugu Televisi as respondents, representing the entire population. Data were collected through questionnaires and analysed using the Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM) approach. Before hypothesis testing, the reliability and validity of the research instruments were verified. Model evaluation included model fit testing, R-square values, effect sizes (f²), and bootstrapping procedures. The results showed that perceived superior trust had a significant effect on organisational commitment, and job burnout also had a significant effect on organisational commitment. However, perceived superior trust did not have a significant effect on job burnout. These findings confirm that relationships built on trust can strengthen employees’ commitment to the organisation, while job burnout serves as a determining factor in how well employees can sustain that commitment.
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik Dan Kompensasi terhadap Prestasi Kerja: Status Sebagai Variabel Kontrol (Studi Kasus di Super Dazzle Yogyakarta) Filipus Kondo; Didik Subiyanto; Nala Tri Kusuma
Jurnal Ilmu Manajemen Terapan Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Ilmu Manajemen Terapan (Mei - Juni 2026)
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jimt.v7i5.8644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh motivasi ekstrinsik dan kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan dengan status karyawan sebagai variabel kontrol. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana motivasi dari luar dan pemberian kompensasi dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan, serta melihat apakah perbedaan status karyawan memengaruhi hubungan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Super Dazzle Yogyakarta dengan menggunakan sampel karyawan sebanyak 252 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Selain itu, status karyawan sebagai variabel kontrol juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat mendorong perusahaan untuk lebih memperhatikan pemberian motivasi ekstrinsik kepada seluruh karyawan melalui lingkungan kerja yang kondusif, pemberian penghargaan atas kontribusi karyawan, serta menjalin hubungan kerja yang harmonis antara atasan dan bawahan. Selain itu, perusahaan perlu memastikan bahwa sistem kompensasi yang diberikan, baik berupa gaji, insentif, maupun bonus, telah sesuai dengan beban kerja dan kontribusi karyawan guna mendorong karyawan untuk bekerja lebih optimal dan berprestasi secara maksimal tanpa membedakan status kepegawaian, baik karyawan tetap maupun paruh waktu.