Shania Alya Hisna
Universitas Indonesia, Depok, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Framing Disinformasi Iklim dan LGBT di Suarajakarta.id: Analisis Social Shaping Technology Salsabila Gunawijaya; Ganjar Ndaru Aji; Aldi Hardianto; Shania Alya Hisna; Salya Elva Corinna
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6780

Abstract

Media daring konservatif Suarajakarta.id membingkai isu perubahan iklim dan LGBT melalui narasi disinformasi berbasis ideologi. Di tengah krisis iklim global dan tingginya stigma terhadap kelompok minoritas seksual di Indonesia, media tidak hanya menjadi saluran informasi, tetapi juga agen pembentuk realitas sosial. Dengan menggunakan teori framing dari Pan & Kosicki serta pendekatan Social Shaping of Technology (SST) dari Mackay & Gillespie, penelitian ini mengkaji bagaimana struktur berita dan fitur teknologi media membentuk serta memperkuat narasi disinformasi. Algoritma media daring, logika viralitas, dan kolom komentar menciptakan ruang gema (echo chambers) yang memperparah penyebaran informasi keliru. Disinformasi ini berdampak besar, mulai dari stigmatisasi terhadap LGBT hingga pengaburan pemahaman publik terhadap krisis iklim.
Pengelolaan Emosi Diri Karyawan Perusahaan Rintisan Akibat Tech Winter Edwar Andiko Heri; Shania Alya Hisna; Mario Aditya Prasetyo; Salsabilla Gunawijaya; Salya Elva Corina
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7936

Abstract

Fenomena tech winter telah menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di berbagai perusahaan rintisan, termasuk di Indonesia. PHK mendadak yang dialami oleh karyawan startup tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga menimbulkan tekanan emosional dan krisis identitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk pengungkapan emosi diri dan strategi adaptasi intrapersonal yang dilakukan oleh eks-karyawan startup pasca-PHK. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif konstruktivis dengan metode wawancara mendalam terhadap lima informan yang mengalami PHK akibat tech winter. Temuan menunjukkan bahwa pengungkapan emosi dilakukan secara privat melalui refleksi diri, journaling, dan dialog batin, bukan melalui media sosial atau komunikasi terbuka. Emosi yang dominan meliputi ketakutan, kemarahan, kecemasan, dan ketenangan, sebagaimana dirumuskan dalam teori Emotional Self-Disclosure. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa proses komunikasi intrapersonal memainkan peran penting dalam membangun kembali keseimbangan emosional dan orientasi karier setelah mengalami krisis akibat PHK. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan intervensi psikososial berbasis empati dalam konteks ketenagakerjaan digital.