Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI ORANG TUA ABANGAN DALAM MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI PAI PADA ANAK Dwi Ramadhanti; Arditya Prayogi
EDUCATE Vol. 4 No. 1 (2025): EDUCATE
Publisher : PUSKAPAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya peran orang tua yang kurang maksimal dalam memberikan teladan atau contoh bagi anak perihal ibadah. Anak merupakan anugerah yang menjadi tanggung jawab bagi orang tua sehingga sudah menjadi keharusan bagi orang tua untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anak, terutama pendidikan agama Islam. Akan tetapi, kurangnya percontohan atau teladan dari orang tua menjadikan internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak kurang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi orang tua abangan dalam menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak di Desa Bukur Kabupaten Pekalongan dan untuk mendeskripsikan faktor pendukung serta faktor penghambat strategi orang tua abangan dalam menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan nilai-nilai pendidikan agama Islam yang diajarkan pada anak ada tiga: pendidikan akidah, akhlak, dan ibadah. Dalam pendidikan akidah strategi orang tua adalah dengan mengajarkan anak rukun iman dengan bantuan lembaga non formal seperti madrasah dalam mengajarkannya. Dalam pendidikan ibadah strategi orang tua yaitu dengan memerintah dan mengingatkan anak untuk shalat dan mengaji, mengajarkan anak untuk berpuasa, dan mengajak anak untuk berzakat. Dalam pendidikan akhlak yaitu orang tua akan menegur dan menasehati anak untuk selalu bisa menjaga tata krama dalam berperilaku dan berbicara. Adapun faktor pendukung dalam strategi orang tua abangan adalah lingkungan sosial dan fasilitas yang memadai. Dan faktor penghambat tersebut adalah kurangnya pemahaman orang tua terhadap ilmu agama, kurangnya perhatian orang tua, dan adanya sifat malas pada anak.
STRATEGI ORANG TUA ABANGAN DALAM MENGINTERNALISASIKAN NILAI-NILAI PAI PADA ANAK Dwi Ramadhanti; Arditya Prayogi; Riki Nasrullah
JURNAL SENPLING MULTIDISIPLIN INDONESIA Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/jsmi.v3i2.30

Abstract

This research is motivated by the lack of optimal role of parents in providing role models or examples for children regarding worship. The lack of role models from parents makes the internalization of the values of Islamic religious education in children less than optimal. This article aims to describe the strategies of parents, especially those from abangan backgrounds, in internalizing the values of Islamic religious education in children in Bukur Village, Pekalongan Regency and what are the supporting and inhibiting factors. This article was prepared using a qualitative approach with a case study type supported by data collection techniques using interviews and observation. Data analysis techniques used are in the form of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. From the results of the study, a description was obtained that there are three values of Islamic religious education taught to children, namely education of faith, morals and worship. In religious education, parents' strategy is to teach children the pillars of faith with the help of non-formal institutions such as madrasas in teaching it. In religious education, parents' strategy is to order and remind children to pray and recite the Koran, teach children to fast, and invite children to pay zakat. In moral education, parents will reprimand and advise children to always maintain good manners in behaving and speaking. The supporting factors in the abangan parents' strategy are the social environment and adequate facilities and the inhibiting factors are the parents' lack of understanding of religious knowledge, lack of parental attention, and the presence of laziness in children.