This Author published in this journals
All Journal Jurnal Veteriner
Nelza Putri Yasmin
Program Studi Sarjana Kedokteran SKHB IPB

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kultur Tiga Dimensi Testis Tikus (Mus musculus) dalam Berbagai Media: Kajian Morfologi Wahono Esthi Prasetyaningtyas; Nelza Putri Yasmin; Ronald Tarigan; Kusdiantoro Mohamad; Mokhamad Fahrudin
Jurnal Veteriner Vol. 26 No. 3 (2025)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2025.26.3.311

Abstract

Kultur sel merupakan proses isolasi sel dari jaringan hewan dan menumbuhkannya dalam lingkungan buatan yang terkontrol. Terdapat dua metode utama dalam kultur sel, yaitu kultur dua dimensi (2D) dan kultur tiga dimensi (3D). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi medium paling efektif untuk kultur jaringan testis secara tiga dimensi. Medium yang diuji meliputi Alpha Modified Eagle Medium (αMEM), Dulbecco's Modified Eagle Medium (DMEM), Knockout® Serum Replacement (KSR), dan Fetal Bovine Serum (FBS). Potongan kecil testis mencit dewasa dikultur dalam tiga kombinasi media yang berbeda: αMEM dengan 10% FBS, αMEM dengan 10% KSR, dan DMEM dengan 10% KSR, selama tujuh dan 14 hari pada suhu 35 °C dalam atmosfer yang mengandung 5% karbon dioksida (CO₂). Setelah masa kultur, jaringan diproses untuk pemeriksaan histologis dan diwarnai menggunakan pewarnaan hematoksilin dan eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sel spermatogonia relatif sama pada semua media baik pada hari ke-7 maupun hari ke-14. Namun, pada hari ke-7, jumlah spermatosit primer secara signifikan lebih tinggi pada kelompok αMEM + 10% KSR dibandingkan dengan αMEM + 10% FBS, dan juga lebih tinggi dibandingkan dengan DMEM + 10% KSR. Pada hari ke-14, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam jumlah spermatosit primer antar tiga kelompok. Mengenai sel spermatid, pada hari ke-7, DMEM + 10% KSR menghasilkan jumlah sel yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dua media lainnya. Pola ini berlanjut hingga hari ke-14, dan DMEM + 10% KSR tetap menunjukkan jumlah sel spermatid tertinggi. Secara keseluruhan, kombinasi media DMEM + 10% KSR ditemukan sebagai medium paling efektif untuk mendukung kultur jaringan testis secara tiga dimensi.