Kejadian infeksi cacing gastrointestinal ayam masih cukup tinggi dan Heterakis gallinarum adalah salah satu parasit nematoda saluran pencernaan yang sering menginfeksi ayam. Rendahnya efikasi antelmintik farmasi membuat kendala bagi pengobatan dan pengendalian kecacingan serta adanya peningkatan yang nyata dalam resistansi cacing terhadap antelmintik. Meniran (Phyllanthus niruri Linn.) merupakan salah satu tanaman obat yang tersebar di seluruh negara tropis dan subtropis di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas meniran sebagai antelmintik H. gallinarum secara in vitro. Cacing dewasa H. gallinarum yang segar dan aktif merupakan sampel yang digunakan dan rancangan acak kelompok sebagai rancangan percobaan dalam studi ini. Cacing H. gallinarum ditempatkan di cawan petri yang berisi dua cacing dewasa untuk setiap perlakuan yang diulang tiga kali. Kelompok perlakuan ekstrak etanol meniran pada dosis 250 μg/mL, 500 μg/mL, dan 1000 μg/mL yang digunakan untuk pengamatan motilitas dan mortalitas H. gallinarum. Larutan NaCl 0,9% digunakan sebagai kelompok kontrol negatif, sementara antelmintik Albendazol 500 μg/mL digunakan sebagai kelompok kontrol positif. Semua dosis ekstrak etanol meniran mengakibatkan kematian H. gallinarum pada jam kedua setelah paparan. Pada kontrol positif, H. gallinarum mati pada jam keempat setelah paparan akan tetapi H. gallinarum tetap hidup hingga jam ke empat setelah paparan pada kontrol negatif. Dosis ekstrak etanol meniran 250 μg/mL, 500 μg/mL dan 1000 μg/mL mempunyai efektivitas sebagai antelmintik terhadap H. gallinarum. Akan tetapi, efektivitas ekstrak etanol meniran sebagai antelmintik paling nyata diperlihatkan pada dosis 500 μg/mL.