Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengamatan Profil Darah Domba Terinfestasi Larva Chrysomya Bezziana dan Diberi Terapi Krim Herbal Sus Derthi Widhyari; Aulia Andi Mustika; Ietje Wientarsih; Lina Noviyanti Sutardi; Arief Purwo Mihardi; Esti Dhamayanti
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 6 No. 2 (2018): Juli 2018
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.616 KB) | DOI: 10.29244/avi.6.2.8-15

Abstract

Larva Chrysomya bezzianamerupakan penyebab kejadian miasispada hewan ternak, dan merupakan masalah cukup serius karena dapat merugikan secara ekonomi.Pengobatan secara kimiawi dapat beresiko terhadap residu yang ditimbulkan, oleh karena itu perlu dicari obat alternatif berupa obat herbal yang aman bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan melalui pemeriksaan gambaran darah pada domba garut yang diinfestasi larva Chrysomya bezziana dan diberi terapi krim herbal sirih merah. Semua kelompok perlakuan dilakukan infestasi larva kecuali kelompok kontrol (K0). Pembuatan luka insisi dan diinfestasi 50 larva pada setiap lubang. Penelitian ini terdiri dari 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol (K0), kelompok dengan terapi krim sirih merah 2% (P1), kelompok dengan terapi krim sirih merah 4% (P2), kelompok dengan terapi krim asuntol (KP), dankelompok tanpa terapi (KN).Pengambilan darah dilakukan pada awal pengamatan (pre terapi) dan akhir pengamatanyaitu hari ke-7 setelah terapi diberikan (post terapi). Parameter yang diamati berupa jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit.Infestasi larva Chrysomya bezzianadan pemberian krim herbal sirih merah tidak berpengaruh terhadap jumlah eritrosit, nilai hematokrit, dan kadar hemoglobin.Hasil penelitian menunjukkan pemberian krim sirih merah 4% memberikan profil darah yang paling baik. Krim sirih merah memiliki kemampuan dalam penyembuhan luka
Salbutamol Residue in Plasma and Urine of Balinese Calves after Single-Dose Administration Yessy Anastasia; Hadri Latif; Lina Noviyanti Sutardi; Raphaella widiastuti
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 9 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.9.1.30-35

Abstract

Salbutamol, a short-acting β2-adrenergic receptor agonist, due to illegal use in animal feed, is very dangerous for the safety of animal origin products. The purpose of this study is to determine the residue of salbutamol in plasma and urine of balinese calf after a single-dose administration. Three calves were given of feed fortification of salbutamol (10 mg/kg body weight). The salbutamol concentrations were measured in the plasma and urine. Samples were extracted with perchloric acid and purified by cation exchange solid phase extraction (SPE), then analyzed by High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) with a photodiode array detector using an RP C18 column with a mixed mobile phase of purified water pH 3.0 (adjusted with phosphoric acid) and acetonitrile (90:10, v/v). The highest salbutamol concentration in the plasma sample was 0.28±0.15 μg/mL at 12 hours and decreased after 24 hours after feeding. The highest concentration of salbutamol in urine was 15.85±4.42 μg/mL at 18 hours and decreased gradually starting at 24 hours. This result concluded that salbutamol residues mostly excreted in the urine, and the highest salbutamol residues in plasma samples formed faster but also decreased more rapidly than residues formed in urine. The residue formed in plasma is lower than that in the urine.
PAT-3 In Vitro Growth Inhibition Activities of Natural (nCaIFN) and Recombinant (rCaIFN) Canine Interferons on Three Different Tumor-Derived Cell Lines Bambang Pontjo Priosoeryanto; Rizki Rostantinata; Eva Harlina; Lina Noviyanti
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.682 KB)

Abstract

Recently, from many kinds of diseases one could be counted is a tumor disease. Tumor is a degenerative disease that involved many biological pathways within the host. A tumor or neoplasm can be defined as a disturbance of growth characterized by excessive, abnormal and uncontrolled proliferation of transformed or altered cell(s) at  one or more primary points within the host, and frequently at  one or more metastatic sites (Priosoeryanto, 1994).The treatment of tumor is mostly by medical surgery which usually combined with chemotherapeutic agent(s), unfortunately the using of chemotherapeutic agent can develop a seriously side effect to the treated-patients. Biological substances like interferon (IFN) known as anti-virus agent is also one of promising candidate for treating or preventing of tumor disorders.Feline and canine squamous cell carcinoma is one of tumor type that often found in cat and dog, and mostly develop to a very aggressive disorder. The using of in vitro cell culture is a way to avoid the use of live animals on the study of tumors especially the study of antitumor agent due to can mimic the in vivo condition.  The aim of the present study is to examine the growth inhibition activity of natural and recombinant canine interferon in order to find the suitable biological substances for combating tumor disorder especially in the field of veterinary medicine and also as an information for the development of tumor treatment in the human medical side.
PAT-8 Antiproliferation Activity of Keladi Tikus (Typhonium flagelliforme) Leaves Ethanol Extract on MCA- B1 and MCM-B2 Tumor – Derived Cell Lines In Vitro Riski Rostantinata; Bambang Pontjo Priosoeryanto; Eva Harlina; Waras Nurcholis; Lina Noviyanti; Rachmi Ridho
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.368 KB)

Abstract

INTRODUCTIONTumor  is  a  degenerative disease  as  the second agent cause of death in human. This disease is caused by disturbances of cell’s growth that show alteration and uncontrolled of cells proliferation. The uncontrolled of cells proliferation is also accompanied by penetration of that cells into others tissue and develop on it. Removed of tumor is usually done by operation or chemotherapy. Alternative treatment that can be used is herbal treatment. Typhonium flagelliforme known as “Keladi Tikus” in Indonesia; is known has a chemopreventive effect (2). Other researchers also show flavonoid glucoside of T. flagelliforme (1) can induce the activity of apoptosis in colon cancer cells (5). The aim of this study is to examine the in vitro anti-proliferation activity of Typhonium flagelliforme leaves ethanol extract on MCA- B1and MCM-B2 cell line.
Performa Broiler dengan Pemberian Jamu Kombinasi Jahe, Kunyit, dan Temulawak Aulia Andi Mustika; Andriyanto; Kusdiantoro Mohamad; Lina Noviyanti Sutardi; Siti Rabi’ah; Utami Idha Pangesti; SM Leluala
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.253-261

Abstract

Jamu dapat diberikan sebagai feed additive untuk meningkatkan performa dan kesehatan broiler. Penelitian bertujuan menentukan konsentrasi optimal pemberian jamu kombinasi jahe, kunyit, dan temulawak yang dapat meningkatkan performa broiler, pengaruh jamu terhadap fungsi organ dan cita rasa daging ayam broiler. Sebanyak 96 ekor ayam galur Cobb dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, yaitu konsentrasi jamu 0%, 0,25%, 0,5%, dan 0,75% masing-masing dengan 2 kelompok ulangan. Pemberian jamu dimulai pada hari ke-20 sampai hari ke-36 dengan cara mencampur serbuk ke dalam air minum. Peubah yang diamati terdiri atas konsumsi pakan, konsumsi minum, bobot akhir, pertambahan bobot badan, Feed Conversion Ratio (FCR), indeks performa (IP), mortalitas, profil organ, dan karakteristik organoleptik daging. Hasil menunjukkan jamu dengan konsentrasi 0,25% dapat meningkatkan bobot akhir, pertambahan bobot badan, dan bobot karkas, tetapi tidak menunjukkan pengaruh terhadap konsumsi pakan, konsumsi minum, FCR, IP, dan cita rasa daging. Selain itu, mortalitas dapat ditekan pada konsentrasi jamu 0,25% dan 0,5%. Jamu kombinasi jahe, kunyit, dan temulawak dapat meningkatkan performa dan kesehatan broiler.
Efikasi Pemberian Maserasi Kemangi sebagai Antifertilitas terhadap Profil Hematologi dan Biokimia Darah Tikus Betina Andriyanto; Rindy Fazni Nengsih; Leliana Widi; Hamdika Yendri; Mawar Subangkit; Elpita Tarigan; Yusa Irarang; Aulia Andi Mustika; Lina Noviyanti Sutardi; Wasmen Manalu
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.3.270-274

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi khasiat fitofarmaka lokal Indonesia yaitu kemangi sebagai antifertilitas dalam meningkatkan kesehatan dan keamanan tikus betina. Sebanyak 15 ekor tikus betina galur Sprague-Dawley (umur 8 minggu, bobot badan 220-230 g) dibagi acak ke dalam 3 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu: kontrol (K0); kemangi 1% (K1); dan kemangi 5% (K5) dalam bentuk maserasi yang ditambahkan ke dalam air minum. Pemberian jamu dilakukan selama 20 hari dimulai pada fase diestrus. Parameter profil darah yang diamati adalah gambaran darah merah (jumlah butir darah merah, hematokrit, dan hemoglobin) dan diferensial darah putih (limfosit, monosit, neutrofil, eosinofil, basofil). Parameter keamanan diamati dengan melihat fungsi organ hati (SGPT, SGOT) dan ginjal (ureum, kreatinin). Hasil menunjukkan bahwa profil darah dan pengamatan fungsi hati dan ginjal pada kelompok tikus betina yang diberi kemangi tidak terdapat perbedaan nyata (P>0.05) dengan kelompok kontrol. Pemberian kemangi tidak memengaruhi kondisi fisiologis tikus betina dan tidak toksik sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan tikus betina.
Efek Pemberian Maserasi Taoge (Vigna radiata) terhadap Profil Hematologi dan Biokimia Darah Tikus Betina andriyanto Andriyanto; Leliana Nugrahaning Widi; Rindy Fazni Nengsih; Hamdika Yendri Putra; Mawar Subangkit; Elpita Tarigan; Yusa Irarang; Aulia Andri Mustika; Lina Noviyanti Sutardi; Wasmen Manalu
Jurnal Sain Veteriner Vol 40, No 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.73351

Abstract

Taoge memiliki berbagai manfaat farmakologis yang berpotensi besar untuk meningkatkan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi keamanan dari konsumsi maserasi taoge melalui pengamatan terhadap profil hematologi dan biokimia darah. Sebanyak 15 ekor tikus betina galur Sprague Dawley berumur 8 minggu, memiliki bobot badan 220-230 g, dan belum pernah bunting dikelompokkan secara acak ke dalam 3 kelompok perlakuan (n=5 tikus), yaitu kelompok kontrol (diberi air mineral); kelompok maserasi taoge 1%; dan kelompok maserasi taoge 5%. Pemberian maserasi dilakukan melalui air minum dan dilaksanakan selama 20 hari. Hasil menunjukkan bahwa secara umum perlakuan maserasi taoge tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05) terhadap profil hematologi dan biokimia darah tikus percobaan. Terdapat peningkatan signifikan (P>0.05) pada kadar hemoglobin pada kelompok maserasi taoge 1% dibandingkan dengan kontrol yang lebih tinggi dari nilai normal. Hal yang serupa juga terjadi pada nilai neutrofil yang lebih tinggi dari nilai normal namun tidak berbeda nyata dengan kontrol (p>0.05). Selain keduanya, semua parameter menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata dibandingkan dengan kelompok kontrol dan berada pada rentang nilai normal.. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian maserasi tauge tidak memberikan efek negatif dan toksik pada dosis 1 dan 5% terhadap profil darah serta fungsi organ hati dan ginjal.
Efek Pemberian Kombinasi Ekstrak Kemangi dan Tauge Terhadap Profil Hematologi dan Biokimia Darah Tikus Betina Andriyanto; Hamdika Yendri; Rindy Fazni Nengsih; Leliana Widi; Mawar Subangkit; Elpita Tarigan; Yusa Irarang; Lina Noviyanti Sutardi; Wasmen Manalu; Ridi Arif; Christina Clarice Leksono
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.11.2.160-166

Abstract

Masalah fertilitas telah banyak diteliti dan banyak penanganan yang telah tersedia, namun pengobatan yang digunakan banyak berupa terapi hormon yang dapat menimbulkan efek samping buruk, sehingga menimbulkan pasar untuk alternatif pengobatan herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek sediaan simplisia kemangi dan tauge terhadap profil heamtologi dan biokimia induk tikus. Penelitian digunakan menggunakan 15 ekor tikus galur Sprague-Dawley yang dibagi rata menjadi tiga kelompok, yakni satu kelompok kontrol normal, kelompok dosis 1% dan dosis 5%. perlakuan dengan dosis berbeda. Administrasi sediaan dilakukan selama 20 hari dengan mencampurkan 5 mL sediaan dalam 100 mL air minum. Pengamatan hematologi dan biokimia darah dilakukan pada hari ke-21. Data hasil pengujian dianalisis secara statistik menggunakan uji one way Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata (p>0.05) baik pada parameter hematologi maupun biokimia darah antara kelompok mencit yang diberi sediaan simplisia kemangi dan tauge dosis 1% dan 5% dengan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan memiliki potensi untuk menunjang kesehatan dan fertilitas tanpa risiko keamanan penggunaan karena tidak mengganggu fungsi hati maupun ginjal. Hasil penelitian diharapkan dapat memberi gambaran untuk penggunaan kombinasi kemangi dan tauge untuk menunjang fertilitas pada perempuan.
Efektivitas Infusa Daun Pelawan Merah (Tristaniopsis merguensis) sebagai Antidiare pada Mencit (Mus musculus) Inayati ilmi; Adi Winarto; Aulia Mustika; Lina Noviyanti Sutardi
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 1 No. 2 (2023): September
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.1.2.84-91.

Abstract

Pelawan merah (Tristaniopsis merguensis) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di pulau Bangka. Bagian dari tanaman pelawan seperti akar, batang, dan daunnya banyak dimanfaatkan oleh masyarakat secara turun-temurun sebagai bahan obat untuk berbagai penyakit, salah satunya adalah diare. Daun pelawan merah mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, dan saponin yang dikenal sebagai zat aktif yang berkhasiat sebagai antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan data ilmiah mengenai efektivitas antidiare dari infusa daun pelawan merah (Tristaniopsis merguensis) dengan menggunakan metode proteksi intestinal dan transit intestinal. Penelitian ini juga dilakukan untuk menentukan konsentrasi efektif yang memberikan efek antidiare terbaik pada mencit. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga kelompok perlakuan yang diberi infusa daun pelawan merah dengan konsentrasi 50%, 75%, dan 100% secara oral. Parameter yang diamati pada metode proteksi intestinal yaitu frekuensi dan konsistensi feses. Parameter yang diamati pada metode transit intestinal yaitu rasio panjang lintasan penanda. Penelitian ini menunjukkan kelompok perlakuan konsentrasi 75% dan 100% memiliki efek antidiare pada kedua metode uji. Efek antidiare terbaik ditunjukkan pada kelompok perlakuan konsentrasi 100% pada kedua metode uji.
Effect of Bosswelic Acid On Hematological Parameters In Sprague Dawley Rats (Rattus novergicus) Induced By Cyclophosphamide Lingga Surya Maret Daulay; Ietje Wientarsih; Anita Esfandiari; Lina Noviyanti Sutardi; Nuzul Asmilia
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 5 (2024): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i5.239

Abstract

Chemotherapy drug “cyclophosphamide (SP)” can trigger oxidative stress that causes hematotoxicity and myelotoxicity, therefore an agent that can suppress the negative effects of cyclophosphamide is needed. Boswellic acid is an herbal medicine that has anti-oxidant and anti-inflammatory effects. The aim of this study was to determine the effect of boswellic acid (BA) in hematology parameter rats induced by cyclophosphamid. Animal were allocated in to six groups, each group consists of 5 rats, the KS: healthy group, KSP: cyclophosphamide group; KSD: comparison group, and BA groups (K1;K2;K3). The treatment groups were given cyclophosphamide (SP) at dose of 150 mg/kg body weight (BW) i.p. The BA groups (K1,K2,K3) were given BA at dose of 250 mg/kg BW orally for 6 consecutive days and SP on day 1 (K1), day 4 (K2), day 6 (K3). The results showed that BA administration (K2 and K3) can help increase/maintain the amount of hematological parameters including hemoglobin, hematocrit, and erythrocytes. Administrating BA for 6 days consecutively before SP (K3) has shown best results on hematological parameters than the others including the comparison group. These results suggest that BA may have a potential herbal therapeutic agents that can mitigate cyclophosphamide-induced hematotoxicity manifestations.
Co-Authors Adi Winarto Afifah, Nina Indria Afrizal, Deni Ahadiah, Shabrina Rizki Alifin Wisnu Ananta Alpayet, Rahmat Amaq Fadholly Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Anggraeni, Henny Endah Anggraini, Lutvi Anisa Rahma, Anisa Anisa, Rahma Anita Esfandiari April Hari Wardhana April Hari Wardhana Ardi Sandriya Aulia Andi Mustika Aulia Andri Mustika Aulia Mustika Bachmid, Salma Safitri Bambang Pontjo Priosoeryanto Bayu Febram Prasetyo Budiono, Novericko Ginger Christina Clarice Leksono Diah Nugrahani Pristihadi Diaz, Fariz Arrachman Dodi Darmakusuma Dodi Darmakusumah Ekowati Handharyani Elpita Tarigan Elpita Tarigan Elpita Tarigan Esti Dhamayanti Eva Harlina Fedik Abdul Rantam Fitri Ariyani Fitri, Arni Diana Geby Magdalena Simanjuntak Gunanti . Hadri Latif Hamdika Yendri Hamdika Yendri Hamdika Yendri Putra Hamdika Yendri Putra IETJE WIENTARSIH Inayati ilmi Khonsa Khonsa Kusdiantoro Mohamad Kusdiantoro Muhamad Leliana Nugrahaning Widi Leliana Nugrahaning Widi Leliana Widi Leliana Widi Lingga Surya Maret Daulay Madyastuti, Rini Maret Daulay, Lingga Surya Marsha, Shabrina May, Ng U Mufida, Anis Arifatu Muhammad Bintang Nababan, Ratna Kristiani Nabilah, Avida Shahnaz Nisa, Kamilatun Nurdiansyah, Rio Dwi Haryadi Nurmahfuzhah, Nisrina Nuzul Asmilia Nuzul Asmilia Prajanto, Guna Purohita, Adwisto Saktika Rachmi Ridho Ramadhan, Dhiya Puja Raphaella widiastuti Rasyid, Baharun Ridi Arif Riki Siswandi Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Rindy Fazni Nengsih Rini, Dian Cipta Risa Tiuria Riski Rostantinata Riski Rostantinata Rizki Rostantinata Safitri, Nadiya Santosa, Alfian Silmy Kamila Widyanti Siti Rabi’ah SM Leluala Subangkit, Mawar Supiyani, Atin Sus Derthi Widhyari Trioso Purnawarman Utami Idha Pangesti Waras Nurcholis Wasmen Manalu Wiwin Winarsih Yessy Anastasia Yusa Irarang Yusa Irarang Yusa Irarang