Latar belakang: Daun insulin (Smallanthus sonchifolius) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan secara tradisional dan diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, salah satunya alkaloid yang memiliki aktivitas farmakologis penting. Informasi mengenai kadar alkaloid total daun insulin masih terbatas, terutama terkait pengaruh perbedaan polaritas pelarut dalam proses ekstraksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa alkaloid serta menentukan kadar alkaloid total ekstrak daun insulin menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%, serta menentukan pelarut yang paling efektif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi. Uji kualitatif alkaloid dilakukan dengan pereaksi Dragendorff, Mayer, dan Wagner. Penetapan kadar alkaloid total dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis menggunakan standar kafein pada panjang gelombang maksimum 286 nm. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil: Seluruh ekstrak menunjukkan hasil positif mengandung alkaloid. Kadar alkaloid total tertinggi diperoleh pada ekstrak n-heksana sebesar 6,263%, diikuti etil asetat sebesar 4,492% dan etanol 96% sebesar 4,1%. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan kadar alkaloid yang signifikan antar pelarut (p < 0,05). Kesimpulan: Variasi pelarut berpengaruh signifikan terhadap kadar alkaloid total daun insulin. Pelarut n-heksana merupakan pelarut paling efektif dalam mengekstraksi alkaloid dari daun insulin dibandingkan etil asetat dan etanol 96%.