Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Formulasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Body Scrub Ekstrak Etanol 70% Daun Salam (Syzygium Polyantum) Sulistiyorini, Tanti; Purwanjani, Wahyu; Saraswati, Maulita
Pratama Medika : Jurnal Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Pratama Medika: Jurnal Kesehatan edisi November 2024 - Januari 2025
Publisher : Yayasan Citra Dharma Cindekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56480/pratamamedika.v3i2.1329

Abstract

Body scrub is a liquid or semi-solid dosage form in the form of an emulsion to remove dead skin cell dirt and provide skin moisture. Bay leaves (Syzygium polyantum) are also used as medicine. It is found that bay leaf extract has very strong antioxidant activity. Bay leaves contain alkaloids, flavonoids, tannins and saponins. This research carried out the formulation and antioxidant activity test of 70% ethanol extract of bay leaves with concentrations of 10%, 15% and 20%. Body Scrub was tested for antioxidants with vitamin C as a comparison. The goal this research was to find out that a body scrub with 70% ethanol extract of S. polyantum could make the skin soft and moist and improved the skin. This research was conducted experimentally. Tests in this research include organoleptic tests, pH, viscosity, homogeneity, spreadability, stickiness, and antioxidant activity tests. Bay leaf extract with concentrations of 10%, 15% and 20%. The results showed that the antioxidant activity of bay leaves according to the IC50 value showed that formula 3 has an IC50 value ranging between 177.338 ± 45.14 ppm and had a weak category value, while formula 1 and formula 2 respectively had an IC50 value of 550.25 ± 169.24 ppm; 362.07±122.08 ppm in the very weak category. The conclusion was the highest body scrub preparation formula for 70% ethanol extract of bay leaves was Formula III with a concentration of 20% with an IC50 value of 177.338 ± 45.14 ppm (weak category).
LITERATURE REVIEW : SEDIAAN TOPIKAL DARI EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP ANTIBAKTERI Propionibacterium acnes Saraswati, Maulita; Purwanjani, Wahyu; Hapsari, Estuningtyas Ayu
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21827

Abstract

Jerawat (acne vulgaris) merupakan salah satu masalah kulit yang paling umum, terutama pada remaja, yang disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik konvensional untuk mengatasi jerawat dapat menimbulkan resistensi dan efek samping. Pegagan (Centella asiatica) telah dikenal sebagai tanaman obat tradisional dengan aktivitas antibakteri, anti-inflamasi, dan penyembuhan luka. Tujuan dari literature review ini adalah untuk menganalisis berbagai penelitian mengenai efektivitas sediaan topikal ekstrak pegagan dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal nasional terakreditasi dan internasional tahun 2021-2025. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak pegagan dalam berbagai sediaan topikal (gel, krim, sabun, patch) memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap P. acnes dengan zona hambat yang bervariasi tergantung konsentrasi dan bentuk sediaan.
PENYULUHAN KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN GIGI MULUT ANAK-ANAK BEKERJASAMA DENGAN PAFI DAN PTGMI DI PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN Suwarni, Sri; Ariani, Yovita Dwi; Dahliyanti, Novita Dwi; Sulistyoningsih, Danik; Kalsum, Ummi; Wibowo, Anisa Devi Kharisma; Purwanjani, Wahyu; Saraswati, Maulita
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 7 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i7.1673

Abstract

Pembangun kesehatan masyarakat diperlukan upaya dalam bidang Kesehatan secara partisipatif, maka dilakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat secara kolaboratif berupa penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan gigi-mulut untuk anak-anak telah dilaksanakan di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, bekerja sama dengan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) dan Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak serta orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini, sekaligus memberikan layanan pemeriksaan gigi gratis dan edukasi preventif, teknik menyikat gigi yang benar, serta pentingnya pemeriksaan gigi rutin. Metode yang digunakan Adalah penyuluhan secara edukatif ke anak-anak secara menyenangkan. Kegiatan ini diikuti oleh 107 peserta dari berbagai profesi kesehatan dan masyarakat umum, berlangsung lancar, tertib, serta mendapat respon positif. Melalui kolaborasi lintas profesi, kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Purwodadi
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN FACE TONER EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Adhillia Ardianti; Kenanga Sari, Gigih; Purwanjani, Wahyu
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v4i2.4019

Abstract

Wajah merupakan salah satu bagian terpenting dalam struktur anatomi tubuh manusia dan menjadi daya tarik. Salah satu masalah kulit yang umum namun keberadaanya dapat mempengaruhi diri pada seseorang yaitu jerawat. Bakteri Staphylococcus aureusmemiliki persentase 79% yang lebih tinggi sebagai penyebab jerawat. Salah satunya tanaman daun belimbing manis memiliki kandungan antibakteri seperti alkoloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Face toner dapat digunakan dengan mengaplikasikan sebagai pembersih wajah agar tidak timbul jerawat dan kulit tetap terawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan face tonerekstrak etanol 70% daun belimbing manis terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Dengan metode ekstrak daun belimbing manis yang didapat sediaan dari perkebunan di Desa Tarub dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70% dan dibuat sediaan face toner pengujian aktivitas antibakteri sediaan face tonerdengan konsentrasi 2,5%, 5%, 10% dengan metode difusi cakram. Hasilnya aktivitas antibakteri daun belimbing manis pada konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%, memiliki rata-rata zona hambat berturut-turut 6,78 mm, 7,01 mm, dan 7,42 mm dan kontrol positif (klindamisin) sebesar 30,91 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun belimbing manis dapat dibuat sediaan face tonerdan dapat dalam menghambat aktivitas antibakteri bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter paling baik rerata 7,42 mm.
Gerakan Edukasi dan Demonstrasi Spray Anti Nyamuk dari Serai dan Jeruk Nipis di Desa Tanjungharjo Purwanjani, Wahyu; Rahayu, Indah; Budhima, Kukuh Danu; Albayani, Ali Akbar; Ulul F., Raisa Melina Anik; Pertiwi, Dian; Hidayah, Sukma Nurul; Novita A., Devy; Mustava, Indriani Dini; Astuti, Hesty Widi; Anggreini, Oktafia Reza; Puspitasari, Linda Intan; Rismawati, Puput
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v5i2.709

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah mengedukasi pentingnya pencegahan DBD saat adanya gejala dan mengedukasi kelompok sasaran tentang pencegahan sederhana dengan mendemonstrasikan spray serai dan jeruk nipis sebagai anti nyamuk. Metode dalam pengabdian ini mencakup penyuluhan dan demonstrasi tentang cara membuat semprotan anti nyamuk yang terbuat dari bahan alami, yaitu serai dan jeruk nipis. Tema yang diangkat adalah BERSEMI (Bersama Serai Alami), dengan ibu-ibu kader posyandu Desa Tanjungharjo sebagai kelompok sasaran dari penyuluhan ini. Gerakan edukasi dan demonstrasi spray anti nyamuk dari serai dan jeruk nipis yang dilaksanakan di Desa Tanjungharjo memberikan dampak positif kepada masyarakat, bahwa diperlihatkan dari hasil evaluasi banyaknya ibu kader Posyandu yang merasa mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut sebesar 38,76%.
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ZAT WARNA RHODAMIN B PADA SEDIAAN LIPSTIK DI WILAYAH REMBANG Rianti, Rini; Purwanjani, Wahyu; Saraswati, Maulita
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/fqxv7659

Abstract

Latar Belakang: Rhodamin B merupakan pewarna sintetis yang bersifat toksik dan karsinogenik serta dilarang penggunaannya dalam produk kosmetik. Namun, masih ditemukan lipstik berharga murah dengan warna mencolok yang diduga mengandung bahan tersebut, termasuk di wilayah Rembang. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan kosmetik yang beredar di masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Rhodamin B secara kualitatif dan kuantitatif pada sediaan lipstik yang beredar di wilayah Rembang. Metode: Penelitian menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk analisis kualitatif dan Spektrofotometri UV-Vis untuk analisis kuantitatif. Validitas dan perbandingan data diuji menggunakan ANOVA, sedangkan uji Kruskal–Wallis digunakan sebagai analisis nonparametrik pendukung. Lima sampel lipstik dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan warna mencolok, merek yang tidak dikenal secara nasional, serta harga Rp 5.000-Rp 20.000. Hasil: Analisis kualitatif menunjukkan bahwa tiga dari lima sampel positif mengandung Rhodamin B, dengan nilai Rf masing-masing R1 0,60; R2 0,45; dan R4 0,46. Analisis kuantitatif menunjukkan kadar Rhodamin B berturut-turut: R1 3,477 mg/kg; R2 0,495 mg/kg; R3 0,207 mg/kg; R4 0,688 mg/kg; dan R5 0,147 mg/kg, dengan sampel R1 memiliki kadar tertinggi. Uji Kruskal–Wallis menghasilkan nilai Asymp. Sig 0,009 (<0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan kadar Rhodamin B yang signifikan antar sampel. Kesimpulan: Sebagian sampel lipstik yang beredar di wilayah Rembang terbukti mengandung Rhodamin B, dengan kadar yang bervariasi dan beberapa di antaranya melebihi batas keamanan. Temuan ini menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap peredaran kosmetik dan peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko penggunaan produk berbahaya.
PENETAPAN KADAR ALKALOID TOTAL PADA EKSTRAK DAUN INSULIN (Smallanthus sonchifolius) DENGAN PELARUT N-HEKSANA, ETIL ASETAT, DAN ETANOL 96% SECARA KUALITATIF DAN KUANTITATIF Dwi, Yenita; Kenanga Sari, Gigih; Purwanjani, Wahyu
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/5qnt9q68

Abstract

Latar belakang: Daun insulin (Smallanthus sonchifolius) merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan secara tradisional dan diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, salah satunya alkaloid yang memiliki aktivitas farmakologis penting. Informasi mengenai kadar alkaloid total daun insulin masih terbatas, terutama terkait pengaruh perbedaan polaritas pelarut dalam proses ekstraksi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa alkaloid serta menentukan kadar alkaloid total ekstrak daun insulin menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%, serta menentukan pelarut yang paling efektif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi. Uji kualitatif alkaloid dilakukan dengan pereaksi Dragendorff, Mayer, dan Wagner. Penetapan kadar alkaloid total dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis menggunakan standar kafein pada panjang gelombang maksimum 286 nm. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil: Seluruh ekstrak menunjukkan hasil positif mengandung alkaloid. Kadar alkaloid total tertinggi diperoleh pada ekstrak n-heksana sebesar 6,263%, diikuti etil asetat sebesar 4,492% dan etanol 96% sebesar 4,1%. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan kadar alkaloid yang signifikan antar pelarut (p < 0,05). Kesimpulan: Variasi pelarut berpengaruh signifikan terhadap kadar alkaloid total daun insulin. Pelarut n-heksana merupakan pelarut paling efektif dalam mengekstraksi alkaloid dari daun insulin dibandingkan etil asetat dan etanol 96%.
EDUKASI PEMANFAATAN TOGA DENGAN TOOLS SISTEM INFORMASI OBAL UNTUK SISWA SMK ASTA MITRA GROBOGAN Purwanjani, Wahyu; Septiarini, Anita Dwi; Suwarni, Sri; Gloria, Fransisca; Akbar, Nanda Dwi; Leki, Karol Giovani Battista
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i12.2078

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of students at SMK Asta Mitra Grobogan in using Family Medicinal Plants (TOGA). The method used is an interactive educational approach, supported by the Natural Medicine Information System (Si-Obal). The activity included lectures, discussions, demonstrations on how to make herbal remedies, educational quizzes, and TOGA planting practices in the school environment. The results of the activity showed that students gained a better understanding of the types of medicinal plants, their benefits, and how to use them to safely treat minor health complaints. The use of Si-Obal as a digital medium was deemed effective and well-received by the students. It is hoped that this activity will contribute to improving health literacy, fostering a caring attitude towards the environment, and encouraging the sustainable use
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN JAMBU AIR (Syzygium samarangense (Blume) Merr. & L.M.Perrry) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Sofa, Faizatul Fitria; Purwanjani, Wahyu; Hapsari, Estuningtyas Ayu
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23004

Abstract

ABSTRAKStaphylococcus epidermidis adalah bakteri yang secara alami terdapat pada permukaan kulit, namun dapat menyebabkan infeksi pada kondisi tertentu, seperti jerawat. Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat menyebabkan efek samping, sehingga diperlukan pengobatan alternatif dari bahan alami. Daun jambu air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. L.M. Perrry) diketahui mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid yang memiliki sifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun jambu air terhadap Staphylococcus epidermidis. Metode yang digunakan adalah Daun jambu air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. L.M. Perry) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram dengan konsentrasi 15%, 20%, dan 25% dan diuji parameter spesifik dan non-spesifik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daun jambu air (Syzygium samarangense (Blume) Merr. L.M. Perry) mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan triterpenoid, pada konsentrasi 15%, 20%, dan 25% menghasilkan nilai rata-rata diameter zona hambat masing-masing 15,85 mm, 20,40 mm, dan 22,59 mm.