Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang ditandai oleh rasionalitas, empirisme, dan sistematika telah membawa kemajuan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, modernitas juga menimbulkan tantangan serius terhadap keberlanjutan kearifan lokal dan tradisi budaya yang telah lama menjadi fondasi nilai, etika, dan harmoni sosial masyarakat. Dikotomi antara tradisi dan modernitas, serta antara pengetahuan lokal dan ilmu ilmiah, sering kali dipahami secara antagonistik sehingga memunculkan konflik epistemologis dan kultural. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara filosofis integrasi ilmu pengetahuan dan tradisi dengan menempatkan kearifan lokal sebagai sumber nilai yang relevan dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan filsafat ilmu dan filsafat kebudayaan untuk mengkaji aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari ilmu dan tradisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi ilmu pengetahuan dan tradisi bersifat komplementer, di mana tradisi memperkaya dimensi etis dan makna ilmu, sementara ilmu pengetahuan memperkuat keberlanjutan dan relevansi kearifan lokal di tengah arus modernitas. Dengan demikian, pendekatan filsafat berperan sebagai jembatan konseptual dalam membangun sintesis antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai tradisional guna mewujudkan pengembangan ilmu yang beretika dan berkelanjutan.