Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Proses Pengolahan Tepung Beras, Nasi, dan Intip Terhadap Profil Glukosa Darah Tikur Wistar (Rattus Norvegicus) Diabetes Tipe 2 yang Diinduksi Streptozotocin-Nicotinamide (STZ-NA) Massinai, Nurchalisah Rustan
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2426

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat kerusakan sel beta pankreas. Salah satu strategi pengelolaan diabetes adalah modifikasi bahan pangan untuk menurunkan indeks glikemik melalui proses pengolahan yang dapat meningkatkan kandungan pati resisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tepung beras, tepung nasi, dan tepung intip terhadap profil glukosa darah tikus Wistar diabetes tipe 2 yang diinduksi dengan STZ-NA (Streptozotocin-Nicotinamide). Metode penelitian menggunakan true-experimental dengan rancangan randomized controlled group pre-posttest design. Dua belas ekor tikus jantan galur Wistar berusia 2 bulan dengan berat 180-200 g dibagi menjadi empat kelompok: kontrol (pakan standar AIN-93M), kelompok tepung beras, kelompok tepung nasi, dan kelompok tepung intip. Tikus diinduksi diabetes dengan injeksi NA (110 mg/kg BB) dan STZ (45 mg/kg BB) secara intraperitoneal. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan pengukuran kadar glukosa darah menggunakan metode GOD-PAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga kelompok perlakuan (tepung beras, nasi, dan intip) berhasil menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan (p<0,05) dibandingkan kelompok kontrol. Penurunan kadar glukosa darah pada kelompok tepung beras, nasi, dan intip berturut-turut adalah 88,08 mg/dL, 85,30 mg/dL, dan 97,04 mg/dL. Tepung intip menunjukkan efek hipoglikemik terbaik. Proses pengolahan bahan pangan berbasis beras melalui modifikasi fisik dapat meningkatkan kandungan pati resisten dan menurunkan kadar glukosa darah pada tikus diabetes.
Potensi Mikroorganisme Pangan Fermentasi Indonesia sebagai Starter Culture Industri Massinai, Nurchalisah Rustan; Sri Wahyuni; Andi Khaeruni; Wa Ode Nafilawati; Minggu Lestari Ningsih
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/nffqh062

Abstract

Fermentasi merupakan metode pengolahan pangan yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan nilai fungsional produk. Indonesia memiliki keragaman pangan fermentasi tradisional yang tinggi dengan komunitas mikroorganisme indigenous yang berperan dalam pembentukan karakteristik sensori dan biokimia produk. Proses fermentasi yang umumnya berlangsung spontan menyebabkan variabilitas mutu dan potensi risiko keamanan, sehingga diperlukan pengembangan starter culture terdefinisi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif potensi mikroorganisme indigenous dari pangan fermentasi tradisional Indonesia sebagai sumber starter culture industri. Metode yang digunakan berupa studi literatur terhadap keragaman mikroorganisme, karakteristik fungsional, serta peluang aplikasinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat, khamir, dan kapang memiliki kemampuan adaptasi tinggi, fleksibilitas metabolik, serta potensi menghasilkan senyawa bioaktif dan probiotik. Mikroorganisme tersebut berperan dalam peningkatan kualitas sensori, keamanan, dan efisiensi fermentasi. Pengembangan menuju aplikasi industri masih menghadapi tantangan terkait stabilitas genetik, keamanan, konsistensi performa, dan skala produksi. Pendekatan bioteknologi modern berbasis genomik dan metabolomik diperlukan untuk mendukung seleksi dan optimasi strain. Pangan fermentasi tradisional Indonesia berpotensi menjadi sumber strategis pengembangan starter culture yang berkelanjutan dan berbasis biodiversitas lokal.