Beldyna Nababan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Microteaching dan Pengalaman Lapangan sebagai Arena Konstruksi Identitas Profesional Calon Guru Ananta, Fibra; Putri Patricia Sitinjak; Hana Yulinda Hasibuan; Laurencia Saragih; Beldyna Nababan; Winarto Silaban
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2455

Abstract

Pendidikan guru saat ini menghadapi tantangan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara pedagogik, tetapi juga memiliki identitas profesional yang kokoh dan berkelanjutan, sementara kontribusi praktik microteaching dan pengalaman lapangan terhadap aspek ini sering kali belum dibaca secara sistematis. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana praktik microteaching dan praktikum mengajar berkontribusi terhadap pembentukan profesionalisme sekaligus identitas profesional calon guru, dengan argumen bahwa kedua bentuk pengalaman tersebut merupakan arena utama “kerja identitas” bagi pre-service teacher. Melalui pendekatan kualitatif studi kepustakaan, data dikumpulkan dari artikel jurnal nasional terindeks SINTA dan jurnal internasional bereputasi yang secara eksplisit membahas identitas profesional guru dan praktikum, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik untuk memetakan dimensi identitas profesional dan karakteristik desain praktikum. Hasil kajian menunjukkan bahwa microteaching dan praktikum lapangan dapat sekaligus menguatkan maupun menggoyahkan identitas profesional: keduanya meningkatkan self-efficacy, sense of agency, dan komitmen ketika didukung pendampingan kolaboratif, budaya sekolah suportif, dan refleksi terstruktur, tetapi berpotensi memicu shock realitas, konflik nilai, dan krisis identitas ketika konteks bimbingan dan institusi tidak kondusif. Temuan ini berkontribusi pada penguatan kerangka teoritis identitas profesional guru dengan menegaskan bahwa praktikum harus dipahami sebagai konteks dinamis pembentukan identitas, sekaligus mengimplikasikan perlunya desain program microteaching dan praktikum yang secara eksplisit menargetkan kerja identitas melalui mentoring dialogis, refleksi ilmiah sistematis, dan pemilihan sekolah mitra dengan kultur yang mendukung pembelajaran identitas profesional calon guru.