Laila Azmi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Kepribadian dalam Islam Menurut Ali Al-Hasyimi Hanifa Azmi; Dirja Hasibuan; Laila Azmi
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2465

Abstract

Kepribadian Islam merupakan fondasi utama bagi seorang Muslim dalam menjalani kehidupan yang baik dan bermakna sesuai dengan syariat Islam. Muhammad Ali Al-Hasyimi menegaskan bahwa kepribadian Islam yang hakiki harus berlandaskan nilai-nilai yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman hidup umat Islam. Namun, realitas menunjukkan adanya kesenjangan antara ajaran Islam dan praktik kehidupan mayoritas umat Islam. Fenomena yang mengkhawatirkan adalah munculnya kepribadian Muslim yang hanya menitikberatkan pada hubungan dengan Allah ( hablum minallah ) tanpa diiringi dengan kepedulian terhadap hubungan dengan sesama manusia dan alam ( hablum minannas ). Kondisi ini terlihat dari perilaku individu yang tekun beribadah, tetapi masih melakukan perbuatan tercela dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kepribadian dalam Islam menurut Muhammad Ali Al-Hasyimi, khususnya dalam upaya membentuk kepribadian Muslim yang seimbang antara dimensi spiritual, sosial, dan moral. Dengan pendekatan kajian kepustakaan, penelitian ini menganalisis pemikiran Al-Hasyimi yang berlandaskan dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis mengenai pembentukan kepribadian Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepribadian Islam yang ideal adalah kepribadian yang mampu mengintegrasikan ibadah kepada Allah dengan akhlak mulia terhadap sesama makhluk, sehingga tercipta pribadi Muslim yang utuh dan sesuai dengan tuntunan Islam
Korelasi antara Pemahaman Nilai-Nilai Islami dengan Kesadaran Berbusana Muslimah Peserta Didik di SMPN 2 Bukittinggi Laila Azmi; Iswantir Iswantir
YASIN Vol 6 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v6i2.9282

Abstract

Although studies on the education of Islamic values have been widely conducted, research that specifically discusses the relationship between understanding Islamic values and awareness of Muslimah dress among junior high school students remains relatively limited. This study aims to analyze the relationship between understanding Islamic values and awareness of Muslimah dress among eighth-grade students at SMP Negeri 2 Bukittinggi. This study employed a quantitative approach with a correlational design. The research subjects consisted of 145 eighth-grade Muslimah students selected using the total sampling technique. Data were collected through a questionnaire that had been tested for validity and reliability, which included 24 statement items for the variable of understanding Islamic values and 33 statement items for the variable of awareness of Muslimah dress. The data were analyzed using Pearson Product Moment correlation with the assistance of SPSS version 20. The results showed a positive and significant relationship between understanding Islamic values and awareness of Muslimah dress, with a correlation coefficient of r = 0.623 at a significance level of 0.05. The coefficient of determination showed that understanding Islamic values contributed 38.9% to awareness of Muslimah dress, while the remainder was influenced by other factors outside this study. These findings emphasize that understanding Islamic values has an important role in shaping students’ awareness of Muslimah dress. The implications of this study indicate the importance of strengthening the teaching of Islamic values in schools to shape religious character, while also enriching the study of Islamic Religious Education regarding the relationship between the cognitive aspect of religiosity and students’ religious behavior.