Zein, M. Dimas Suhaimi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Moralitas Sains dalam Perkembangan Teknologi Modern: Tanggung Jawab Ilmuwan dalam Era Kecerdasan Buatan dan Bioteknologi Bahri Tanjung, Syaiful; Ma’arif, Muhammad Ghozali; Zein, M. Dimas Suhaimi; OK, Azizah Hanum
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2616

Abstract

Perkembangan sains dan teknologi modern telah menghadirkan perubahan mendasar dalam kehidupan manusia, terutama melalui kemajuan kecerdasan buatan dan bioteknologi. Teknologi tidak lagi sekadar berfungsi sebagai alat bantu teknis, melainkan telah menjadi kekuatan sosial yang membentuk cara berpikir, struktur nilai, dan arah peradaban manusia. Di balik manfaatnya yang besar, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai persoalan moral, seperti dehumanisasi, ketimpangan sosial, bias algoritmik, pelanggaran privasi, serta dilema etis dalam intervensi terhadap kehidupan biologis manusia dan lingkungan. Artikel ini bertujuan menganalisis moralitas sains dalam konteks perkembangan teknologi modern dengan menekankan tanggung jawab moral ilmuwan serta implikasi etis kecerdasan buatan dan bioteknologi terhadap kehidupan manusia dan masa depan peradaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka terhadap literatur filsafat sains, etika teknologi, dan dokumen kebijakan etik internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sains tidak pernah sepenuhnya bebas nilai dan selalu mengandung dimensi moral dalam proses pengembangan maupun penerapannya. Oleh karena itu, moralitas sains menjadi landasan normatif yang esensial untuk mengarahkan perkembangan teknologi agar tetap selaras dengan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberlanjutan peradaban manusia.
The Role Of Formal And Non-Formal Language Environments In Modern Islamic Boarding School In Improving Students' Arabic Speaking Ability: دورالبيئة اللغوية المنهجية واللامنهجية في المعاهد الحديثة في تعزيز مهارة الكلام باللغة العربية لدى الطلاب Zein, M. Dimas Suhaimi; Padli Nasution, Muhammad Irwan
Ukazh : Journal of Arabic Studies Vol. 6 No. 4 (2025): Ukazh : Journal of Arabic Studies, December 2025
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/ukazh.v6i4.120

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the language environment, both formal and non-formal, and its role in improving students' Arabic speaking skills at the Modern Islamic Boarding School of MTs Muhammadiyah Sidomulyo Langkat. This study uses a qualitative approach with a case study type, and data is collected through triangulation techniques, namely by observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study indicate that the development of Arabic speaking skills does not only depend on formal learning in the classroom, but is also greatly influenced by non-formal activities that shape the language culture at the boarding school. The formal environment provides a linguistic foundation and language structure through learning muhadatsah, qira'ah, insya', nahwu, and shorof, while non-formal environments such as ilqa' al-kalimah, daily muhadatsah, language weeks, and language patrols foster courage, habits, and fluency in speaking. The synergy between the two environments creates a conducive and sustainable language ecosystem. These results strengthen Krashen's theory of second language acquisition which emphasizes the importance of meaningful input and communicative interaction in a positive emotional atmosphere (low affective filter). This research provides a theoretical contribution to the development of an environment-based Arabic language learning model in creating a communicative and sustainable language culture.