Maria, Ceril
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Etika Sosial Orang Tua Dalam Pembentukan Tanggung Jawab Sosial Anak Usia Sekolah Dasar di Komunitas Multikultural Maria, Ceril; Nendissa, Julio Eleazer
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i2.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi etika sosial yang diterapkan oleh orang tua dalam membentuk tanggung jawab sosial anak usia sekolah dasar dalam konteks masyarakat multikultural. Etika sosial dipahami sebagai seperangkat prinsip moral dan nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam membangun hubungan sosial yang adil, saling menghormati, dan penuh tanggung jawab. Sementara itu, tanggung jawab sosial anak mencerminkan kemampuan mereka untuk memahami dan melaksanakan peran sosial dalam lingkungan mereka. Dalam masyarakat yang ditandai oleh keragaman budaya, nilai, dan kepercayaan, proses internalisasi tanggung jawab sosial pada anak menghadirkan tantangan tersendiri, sehingga menuntut keterlibatan aktif orang tua sebagai figur moral utama dalam kehidupan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi pustaka sebagai metode pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa orang tua yang secara konsisten menerapkan nilai-nilai etika sosial melalui keteladanan, komunikasi yang terbuka dan reflektif, serta pola pengasuhan yang adaptif, berperan signifikan dalam menumbuhkan kesadaran sosial anak sejak dini. Anak-anak yang dibesarkan dengan fondasi etika sosial yang kokoh cenderung menunjukkan sikap yang lebih toleran, kooperatif, dan mampu berinteraksi secara harmonis dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan kapasitas etis orang tua serta penguatan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam membentuk pola pengasuhan yang kontekstual dan tanggap terhadap dinamika keberagaman budaya.