ABSTRACT In response to the serious issue of workplace accidents, particularly in Indonesia's construction sector, this study examines the effectiveness of Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Focusing on the Palembang City Wastewater Treatment Plant Project, Package A3, the research uses a qualitative case study to analyze the HIRARC process. It investigates the link between identified risk levels and the number of safety personnel assigned to the project. Data were gathered from secondary documents (HIRARC documents and engineering estimates) and primary data from in-depth interviews with key project personnel, including Quantity Surveyors, HSE Engineers, and HSE Inspectors. The findings confirmed the project's classification as "High-Risk" with an initial risk score of 17.78, aligning with Permen. PUPR 10/2021. The HIRARC method proved effective at systematically identifying various hazards (physical, chemical, biological, ergonomic, and psychological) through a multi-risk identification method for workers, equipment, materials, the environment, and the public, and substantially reducing risk after controls were implemented. The study also validates HIRARC as an objective basis for determining the need for safety personnel. However, a discrepancy was noted between the number of allocated personnel and regulatory requirements. This was clarified through interviews, where the company explained its use of multi-skilled personnel with additional training to justify the allocation. The study also aims to improve safety practices in similar projects, and recommends training to enhance skills in risk management. Keywords : Case study, Palembang City Wastewater Treatment Plant, IBPRP, Construction safety personnel, OHS personnel needs ABSTRAK Menanggapi isu serius kecelakaan kerja, khususnya di sektor konstruksi Indonesia, studi ini mengkaji efektivitas Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko dan Peluang (IBPRP). Dengan fokus pada Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang, Paket A3, penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif untuk menganalisis proses IBPRP. Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara tingkat risiko yang teridentifikasi dan jumlah personel keselamatan yang dialokasikan pada proyek. Data dikumpulkan dari dokumen sekunder (dokumen IBPRP dan estimasi teknik) serta data primer dari wawancara mendalam dengan personel kunci proyek, termasuk Quantity Surveyors, HSE Engineers, dan HSE Inspectors. Temuan penelitian mengonfirmasi klasifikasi proyek sebagai "Risiko Besar" dengan skor risiko awal rata-rata 17,78, sesuai dengan Permen. PUPR 10/2021. Metode IBPRP terbukti efektif dalam mengidentifikasi berbagai bahaya secara sistematis (fisik, kimia, biologi, ergonomis, dan psikologis) melalui pendekatan identifikasi multi-risiko terhadap pekerja, peralatan, material, lingkungan, dan publik, serta secara signifikan mengurangi risiko setelah pengendalian diterapkan. Studi ini juga memvalidasi IBPRP sebagai dasar objektif untuk menentukan kebutuhan personel keselamatan. Namun, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara jumlah personel yang dialokasikan dengan persyaratan regulasi. Hal ini diklarifikasi melalui wawancara, di mana perusahaan membenarkan keputusan tersebut dengan menempatkan personel multi-fungsi yang memiliki pelatihan tambahan. Studi ini juga bertujuan untuk meningkatkan praktik keselamatan dalam proyek serupa, dan merekomendasikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam manajemen risiko. Kata Kunci : Studi kasus, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang, IBPRP, Personel Keselamatan Konstruksi, Kebutuhan personel K3