ABSTRACT Construction projects are highly restrictive in terms of time, cost, and quality. Therefore, careful planning is required from all aspects to ensure smooth implementation. However, in practice, delays are often found, causing additional time and costs. As in a study conducted on the West Village Phase 2 Development Work in Bumi Serpong Damai, there was a cumulative deviation of 8.629% in the 14th week, where actual progress was only 39.958% compared to the planned 48.587%. This study aims to analyze the dominant factors causing project delays. The delay variables reviewed are occupational safety, occupational health, and worker performance sourced from previous research articles and other references. The method used is a quantitative approach by distributing questionnaires to 50 project stakeholders. From the results of the data obtained through the respondent questionnaire, data analysis was then continued using the SPSS version 27 application program. The results showed that the dominant factor influencing delays was the lack of construction materials with a factor test value of 99.4%. The shortage of construction materials on site during the installation schedule underscores the need for thorough supply chain and logistics management to ensure the availability of materials on site during the project. This can minimize the risk of delays and potential disputes. The results of this study are expected to provide practical benefits for construction actors in planning construction material management and alternatives to mitigate potential risks. It also enriches academic studies on factors contributing to construction project delays and provides lessons learned through mitigation measures during the planning process. Keywords : Delay; Dominant; Factor; Construction; Project ABSTRAK Proyek konstruksi yang sangat ketat terhadap batasan waktu, biaya, serta mutu yang telah ditetapkan. Sehingga diperlukan perencanaan yang matang dari semua aspek untuk menjamin kelancaran dalam pelaksanaan. Namun dalam praktiknya sering ditemukan keterlambatan yang menyebabkan penambahan waktu maupun biaya. Seperti pada penelitian yang dilakukan pada Pekerjaan Pembangunan West Village Tahap 2 di Bumi Serpong Damai, mengalami deviasi kumulatif keterlambatan sebesar 8,629% pada minggu ke-14, di mana progres aktual hanya 39,958% dibandingkan rencana 48,587%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor dominan penyebab keterlambatan proyek dengan variabel keterlambatan yang ditinjau adalah keselamatan kerja, kesehatan kerja dan kinerja pekerja yang bersumber dari artikel penelitian terdahulu serta refensi lainnya. Metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada stake holder proyek yang berjumlah 30 responden. Dari hasil data yang diperoleh lewat kuisioner responden kemudian dilanjutkan dengan analisis data melalui program aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan yang memengaruhi keterlambatan adalah kekurangan material konstruksi dengan nilai uji faktor sebesar 99,4%. Kekurangan material konstruksi dilapangan pada saat jadwal pemasangan menggarisbawahi perlunya dilakukan pengelolaan terhadap rantai pasok dan manajemen logistik yang matang agar dalam pelaksanaan pekerjaan ketersediaan material ada di lapangan. Hal ini dapat meminimalis risiko keterlambatan serta potensi sengketa yang mungkin terjadi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat praktis bagi pelaku konstruksi untuk merencanakan dengan baik pengelolaan material konstruksi serta alternatif lain yang akan diambil dengan memitigasi risiko yang terjadi. Dan sekaligus memperkaya kajian akademis mengenai faktor keterlambatan proyek konstruksi serta menjadi pembelajaran dengan melakukan mitigasi di saat perencanaan berlangsung. Kata Kunci : Dominan; Faktor; Konstruksi; Proyek; Terlambat