Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran PPKn kelas V-C SD Negeri 091608 Sinaksak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 21 siswa yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian sebanyak 15 soal yang disusun berdasarkan enam aspek berpikir kritis menurut Facione (2011), yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan pengaturan diri. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji-t dan perhitungan N-Gain. Hasil analisis data menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan Model Pembelajaran Inkuiri. Peningkatan ini terlihat dari rata-rata nilai posttest siswa yang mencapai 80,94 (melampaui KKTP 75). Secara statistik, hasil uji-t menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, karena nilai thitung (3,73306) lebih besar dari ttabel (2,086). Selain itu, diperoleh nilai Gain Ternormalisasi (N-Gain) sebesar 0,6, yang termasuk dalam kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Inkuiri terbukti efektif dan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas V-C pada mata pelajaran PPKn. Model ini disarankan untuk diterapkan oleh guru karena mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, analitis, dan kemampuan menemukan keterkaita dalam ruang lingkup siswa.