Kemajuan teknologi semakin berkembang, seperti sediaan farmasi pada bidang kecantikan yaitu lipstik sebagai pelembab dan pewarna bibir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minyak biji kelor sebagai emolien dan sari kunyit sebagai pewarna alami dapat digunakan dalam pembuatan sediaan lipstik, dan formulasi manakah yang terbaik dilihat dari hasil uji sifat fisik. Bahan yang digunakan sebagai emolien yaitu minyak biji kelor dengan kandungan asam oleat tinggi lebih yaitu 68-76%. Bahan yang digunakan sebagai pewarna alami yaitu kunyit dengan kandungan 2,5-6% pigmen kurkumin berwarna kuning orange. Minyak biji kelor dan sari kunyit diformulasikan dalam bentuk sediaan lipstik dengan variasi perbedaan konsentrasi F1 basis, F2 5% dan 5%, F3 10% dan 10%, F4 15% dan 15%. Sediaan lipstik dievaluasi sifat fisik seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji keseragaman bobot, uji daya oles, uji titik lebur dan uji cycling test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi minyak biji kelor dan sari kunyit menyebabkan penurunan pada uji titik lebur dari F1, F2, F3 dan F4 berturut- turut yaitu 58,3oC; 57,3oC; 56,3oC dan 55,3oC dan uji kekuatan dari F1, F2, F3 dan F4 berturut- turut 123,3gr; 113,3gr; 103,3gr dan 93,3gr pada siklus 0 sediaan lipstik. Pada uji cycling test menunjukkan bahwa dari F1, F2, F3 dan F4 formula sediaan lipstik yang stabil adalah F2. Formulasi minyak biji kelor sebagai emolien dan sari kunyit sebagai pewarna alami dapat digunakan dalam pembuatan sediaan lipstik dan formulasi yang terbaik dilihat dari hasil uji sifat fisiknya yaitu F2.