Artikel ini memberikan penjelasan mendalam tentang konsep, prinsip, dan metode dalam menerapkan pendekatan integrasi–interkoneksi sebagai kerangka epistemologis yang bertujuan menyatukan perbedaan antara ilmu pengetahuan modern dan pemikiran Islam. Pendekatan ini berusaha menciptakan hubungan yang harmonis antara keduanya, sehingga ilmu agama dan ilmu umum tidak lagi dipandang sebagai dua hal yang saling bertentangan. Secara historis, dalam tradisi intelektual Islam, wahyu, akal, dan pengalaman empiris pernah berfungsi secara seimbang dan saling terhubung dalam proses mencari ilmu. Namun, perkembangan sains modern sering kali membuat ilmu agama dan ilmu umum terpisah satu sama lain. Karena itu, studi ini menyoroti pemikiran M. Amin Abdullah, yang menawarkan model baru untuk mengintegrasikan berbagai bentuk pengetahuan dan mengatasi dikotomi yang sudah berlangsung lama ini. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan, artikel ini mengkaji berbagai komponen konseptual, termasuk karakteristik teo-antropocentric integralism, yaitu cara pandang yang memadukan dimensi ketuhanan dan kemanusiaan, serta paradigma jaring laba-laba, yang menggambarkan hubungan antar berbagai cabang ilmu. Artikel ini juga menekankan pentingnya dialog antar disiplin ilmu melalui pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner untuk menjawab berbagai persoalan keagamaan, sosial, dan kemanusiaan masa kini. Pembahasan semakin diperkaya dengan analisis kontribusi tokoh-tokoh penting seperti Ibn Rushd, Jasser Auda, dan Nidhal Guessoum, yang masing-masing memberikan wawasan filosofis, metodologis, atau ilmiah yang memperkuat hubungan antara agama dan sains. Penerapan praktis model integrasi–interkoneksi dapat dilihat pada beberapa bidang, seperti pengembangan kurikulum di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), penguatan penelitian interdisipliner, dan pemanfaatan metode ilmiah dalam menafsirkan teks-teks keagamaan. Pendekatan ini dipandang sebagai cara untuk menghasilkan pengetahuan keagamaan yang lebih kontekstual, relevan, dan responsif terhadap perkembangan zaman modern