Nur Afifah Rindiani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN TRADISI SEDEKAH LAUT DALAM MENANAMKAN NILAI SYUKUR DAN KEPEDULIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT DESA KARANGSARI: PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Nur Afifah Rindiani; Ana Jamilatun Nabila
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kearifan lokal masyarakat Desa Karangsari, khususnya tradisi Sedekah Laut, dan mengkaji permohonan sebagai sarana yang efektif dalam memperkuat nilai syukur dan kepedulian sosial di kalangan masyarakat nelayan, serta sejauh mana tradisi ini selaras dengan prinsip-prinsip Pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggabungkan studi lapangan dan studi literatur (library Research). Lokasi penelitian adalah di Desa Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tepatnya di RT 002/RW 001. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (kepala desa, sesepuh, tokoh agama), observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang divalidasi dengan triangulasi dan member check. Proses pelaksanaan tradisi Sedekah Laut di Desa Karangsari melibatkan gotong royong, doa bersama, dan larung sesaji yang menanamkan nilai syukur dengan mengajarkan rasa hormat kepada alam dan rasa terima kasih secara nyata. Tradisi ini turut serta membangun kepedulian sosial melalui solidaritas, kerja sama, dan pembagian sumber daya, mempererat hubungan komunitas nelayan dan menciptakan inklusi sosial. Secara prinsip, tradisi ini selaras dengan pendidikan Islam karena mengintegrasikan nilai syukur, sedekah, dan tawakal sesuai ajaran Al-Qur'an dan Hadis, sekaligus mengajarkan akhlak mulia, keadilan sosial, dan tanggung jawab.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN TUNTUNAN TAHLIL BERBASIS DIGITAL DAN NON-DIGITAL MAKAM WALIULLAH SIMBAH BUYUT NDUKOH SEBAGAI UPAYA PENGUATAN SPIRITUALITAS DI TENGGER WETAN Nur Afifah Rindiani; Ulya Ainur Rofiah; Siti Zulaikhah; Putri Wijayanti; A. Rolly Akmal Abdillah; Muamar Kadhafi
SEMAR : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/semar.v4i1.2092

Abstract

The mentoring program for developing digital and non-digital Tahlil guidelines at the tomb of Waliullah Simbah Buyut Ndukoh, Tengger Wetan, represents a community service initiative conducted by KKN students of IAINU Tuban, focusing on strengthening spirituality and preserving local cultural values. This study aims to examine the process and outcomes of community assistance using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach in optimizing local community assets. The method employed is participatory, involving social mapping, group discussions, and collaboration with religious leaders, tomb caretakers, youth organizations, and local religious groups. The findings indicate that the tradition of tahlil and pilgrimage functions not only as a religious practice but also as a collective identity and a source of social cohesion within the community. The program resulted in the development of contextual, educational, and technology-adaptive Tahlil guideline books in both printed and digital formats. Furthermore, the initiative contributed to enhancing religious literacy, strengthening intergenerational knowledge transmission, and fostering active community participation in preserving spiritual traditions. Therefore, the ABCD approach proves to be effective in establishing a sustainable community empowerment model through the integration of local wisdom and digital innovation.