Parihin, Wahyu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP: KAJIAN KONSEPTUAL TERHADAP LAYANAN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK Wati, Elis Julia; Daulati, Fara Hilmi; Maghfiroh, Zida; Parihin, Wahyu
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 10 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i10.1128-1146

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan program Bimbingan dan Konseling (BK) yang efektif bagi peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi pustaka. BK dipandang sangat signifikan dalam membantu peserta didik menghadapi perubahan perkembangan fisik, kognitif, emosional, sosial, dan moral yang kompleks pada usia remaja awal. Tujuan penelitian ini adalah merumuskan konsep layanan BK yang selaras dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik SMP, guna mengoptimalkan perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier mereka. Hasil kajian menunjukkan bahwa program BK yang ideal perlu disusun secara sistematis, adaptif, dan menyeluruh, serta mengedepankan aspek preventif dan pengembangan, bukan hanya kuratif. Layanan yang terdiri dari bimbingan pribadi, sosial, akademik, dan karier harus diterapkan secara sinergis dengan pendekatan humanistik, behavioristik, dan trait factor guna memfasilitasi perkembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan yang spesifik. Efektivitas pelaksanaan layanan BK juga ditentukan oleh kerja sama antar pihak sekolah, termasuk guru BK, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat, guna mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dan membekali peserta didik dengan nilai, pengetahuan, serta keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan zaman. Kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai landasan bagi sekolah dalam merancang dan mengimplementasikan program BK yang relevan dan berdampak positif bagi perkembangan peserta didik SMP. 
PERAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR Kurnia, Cucu; Jannah, Devy Nikmatul; Sa'adah, Eli; Parihin, Wahyu
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 01 (2026): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JANUARI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2026.v11i01.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana bimbingan sosial dan konseling sosial berfungsi untuk meningkatkan keterampilan interaksi sosial anak-anak di sekolah dasar, dan untuk memahami konsep, karakteristik layanan, dan sejauh mana layanan tersebut efektif dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional anak usia 6 hingga 12 tahun. Tinjauan pustaka deskriptif kualitatif digunakan. Penelitian ini mencakup analisis sumber akademik seperti buku, artikel ilmiah, dan peraturan pendidikan yang diterbitkan antara tahun 2019 dan 2025. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan tersebut dapat meningkatkan keterampilan sosial anak, seperti kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, mengembangkan empati, dan menyelesaikan konflik secara efektif. Layanan yang dianggap efektif meliputi konseling individu dan kelompok, bermain peran, dan teknik pemecahan masalah kreatif. Namun, implementasi layanan ini masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kurangnya staf profesional, pelatihan guru yang minim, dan integrasi program bimbingan dan konseling yang belum optimal ke dalam kurikulum sekolah dasar. Temuan studi ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling yang dirancang dengan baik dan sesuai perkembangan memiliki dampak positif terhadap peningkatan keterampilan interaksi sosial siswa. Agar layanan ini dapat memainkan peran yang lebih optimal, kualifikasi guru, dukungan politik, dan integrasi program bimbingan dan konseling ke dalam seluruh sistem pendidikan dasar perlu ditingkatkan.