: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap peran ayah dengan regulasi emosi pada siswa SMA Negeri 1 Sibabangun. Persepsi terhadap peran ayah adalah pandangan individu terhadap bagaimana seorang ayah melaksanakan perannya dalam memberikan perhatian, perlindungan, dukungan emosional, dan pembimbingan kepada anak. Sementara itu, regulasi emosi adalah kemampuan individu dalam mengelola, mengekspresikan, dan mengontrol emosi secara adaptif sesuai dengan tuntutan lingkungan dan situasi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sibabangun tahun ajaran 2024/2025, dengan jumlah sampel sebanyak 67 siswa yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dengan skala Likert, terdiri dari 30 item untuk variabel persepsi terhadap peran ayah dan 30 item untuk variabel regulasi emosi, yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas.Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap peran ayah dengan regulasi emosi. Hal ini ditunjukkan oleh nilai korelasi r = 0,557 yang tergolong dalam kategori hubungan sedang dan nilai signifikansi p = 0,000 (p 0,05). Artinya, semakin positif persepsi siswa terhadap peran ayah, maka semakin baik pula kemampuan regulasi emosinya. Dengan demikian, kehadiran dan keterlibatan ayah dalam kehidupan anak terbukti berperan penting dalam perkembangan emosional remaja, khususnya dalam mengelola dan mengekspresikan emosi secara sehat. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan kesadaran orang tua, khususnya ayah, dalam menjalankan peran secara aktif dan positif demi mendukung perkembangan emosi anak. Selain itu, hasil ini juga menjadi masukan bagi guru Bimbingan dan Konseling untuk memberikan layanan konseling yang menekankan pada peran keluarga dalam pengembangan regulasi emosi siswa