Izzatissyarifa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI SEMBOYAN BHINEKA TUNGGAL IKA DI KALANGAN PELAJAR Alfina Zayyida; Novela Safitri; Nada Nailil Farah; Izzatissyarifa; Muhammad Fikri Abdun Nasir
Educational Journal of Bhayangkara Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/jhvm3449

Abstract

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan landasan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang menegaskan persatuan dalam keberagaman masyarakat Indonesia. Dalam ranah pendidikan, penguatan nilai kebinekaan menjadi hal yang esensial, namun pelaksanaannya di kalangan pelajar masih menghadapi sejumlah tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman pelajar terhadap makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika serta mendeskripsikan implementasi nilai-nilai kebinekaan di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas pelajar dan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada jenjang pendidikan menengah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelajar telah memiliki pemahaman dasar mengenai Bhinneka Tunggal Ika sebagai prinsip persatuan yang menjunjung tinggi toleransi dan sikap saling menghargai. Meskipun demikian, pemahaman tersebut belum sepenuhnya merata, karena masih terdapat pelajar yang memaknai semboyan tersebut secara terbatas pada tataran simbolik. Implementasi nilai Bhinneka Tunggal Ika di sekolah tampak melalui kegiatan pembelajaran kolaboratif, pola interaksi sosial yang inklusif, serta keterlibatan pelajar dalam berbagai kegiatan sekolah tanpa pembedaan latar belakang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pembelajaran yang bersifat kontekstual dan reflektif masih diperlukan agar nilai kebinekaan dapat diinternalisasi secara lebih mendalam dan berkelanjutan dalam kehidupan pelajar.