Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementing School Violence Prevention Policy in Indonesian Elementary Schools: Applying Edwards III's Framework and Local Wisdom Perspectives Putri, Indri Subandi; Sholeh, Muhammad; Haq, Mohammad Syahidul; Khamidi, Amrozi; Hazin, Mufarrihul; Purwoko, Budi
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.2803

Abstract

Violence in elementary schools has emerged as a critical national concern requiring systematic policy responses. Indonesia's Ministerial Regulation No. 46 of 2023 established School Violence Prevention and Handling Teams (TPPK) to create safe learning environments, yet implementation challenges persist across educational settings. This study analyzed TPPK policy implementation in Indonesian elementary schools using Edwards III's four-dimensional framework (communication, resources, disposition, bureaucratic structure) and examined local wisdom integration as a complementary violence prevention strategy. A systematic reflective literature review was conducted, synthesizing peer-reviewed journals, government regulations, and policy reports published primarily within 2019-2025. Content analysis employed Edwards III's theoretical dimensions to identify implementation patterns, challenges, and the role of cultural values. Findings revealed persistent implementation gaps attributable to inconsistent communication failing to build shared understanding, insufficient resource allocation constraining implementer capacity, dispositional orientations prioritizing compliance over commitment, and predominantly administrative bureaucratic structures. However, integration of Indonesian cultural values—gotong royong (mutual cooperation), tepa selira (empathetic respect), and musyawarah (deliberation)—demonstrated significant potential to strengthen implementer disposition and enhance policy effectiveness by fostering empathy and moral commitment. Effective TPPK implementation requires alignment across Edwards III's four dimensions, strengthened through cultural integration that transforms formal policies into contextually meaningful practices. Local wisdom functions as a mediating dimension permeating structural variables, suggesting that universal implementation theories require cultural adaptation across diverse sociocultural contexts to create safe, inclusive elementary school environments.
PEMBERDAYAAN KETERAMPILAN DIGITAL SISWA SEKOLAH DASAR BERBASIS BUDAYA LOKAL Putri, Indri Subandi; Haq, Mohammad Syahidul; Kristanto, Andi
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7715

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan dasar, terutama terhadap kebiasaan anak dalam menggunakan gawai. Meskipun teknologi membuka peluang pembelajaran yang luas, penggunaannya masih didominasi oleh aktivitas konsumtif tanpa arah yang mendukung pengembangan keterampilan digital anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan gawai oleh siswa SD Negeri 1 Bocek serta mengidentifikasi strategi pemberdayaan keterampilan digital yang berlandaskan nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada sekolah dasar yang memiliki karakter budaya pedesaan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan gawai untuk hiburan, seperti menonton YouTube (konten lokal, pertunjukan Bantengan, tari Sanduk, pencak silat dan kuda monel) serta bermain game daring (Roblox, Block Blast, Sakura School Simulator). Meskipun aktivitas digital bersifat konsumtif, muncul potensi kreatif dalam pembuatan konten digital sederhana. Peran keluarga dan sekolah masih terbatas pada pengawasan dasar tanpa panduan khusus untuk pengembangan keterampilan digital anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemberdayaan digital yang kontekstual melalui integrasi nilai budaya lokal sebagai filter moral dan sumber inspirasi belajar. Integrasi tersebut diharapkan mampu membentuk karakter digital anak yang bijak, kreatif, dan beridentitas budaya, serta menjadi dasar pengembangan model kolaboratif keluarga dan sekolah berbasis budaya lokal guna mendukung literasi digital kontekstual di tingkat pendidikan dasar.