Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan dasar, terutama terhadap kebiasaan anak dalam menggunakan gawai. Meskipun teknologi membuka peluang pembelajaran yang luas, penggunaannya masih didominasi oleh aktivitas konsumtif tanpa arah yang mendukung pengembangan keterampilan digital anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan gawai oleh siswa SD Negeri 1 Bocek serta mengidentifikasi strategi pemberdayaan keterampilan digital yang berlandaskan nilai budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada sekolah dasar yang memiliki karakter budaya pedesaan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa menggunakan gawai untuk hiburan, seperti menonton YouTube (konten lokal, pertunjukan Bantengan, tari Sanduk, pencak silat dan kuda monel) serta bermain game daring (Roblox, Block Blast, Sakura School Simulator). Meskipun aktivitas digital bersifat konsumtif, muncul potensi kreatif dalam pembuatan konten digital sederhana. Peran keluarga dan sekolah masih terbatas pada pengawasan dasar tanpa panduan khusus untuk pengembangan keterampilan digital anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemberdayaan digital yang kontekstual melalui integrasi nilai budaya lokal sebagai filter moral dan sumber inspirasi belajar. Integrasi tersebut diharapkan mampu membentuk karakter digital anak yang bijak, kreatif, dan beridentitas budaya, serta menjadi dasar pengembangan model kolaboratif keluarga dan sekolah berbasis budaya lokal guna mendukung literasi digital kontekstual di tingkat pendidikan dasar.
Copyrights © 2026