Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTEGRASI ANOMALI GRAVITASI DAN MAGNETIK UNTUK KARAKTERISASI STRUKTUR PENGONTROL KESTABILAN LAHAN PADA RENCANA KOTA BARU SEMPAJA UTARA, KOTA SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR Ramadhani, Diko Pratama; Wibowo, Satrio Krisna; Arif, Muhammad; Haikal, Muhammad; Hutajulu, Karel Asaya; Hutabarat, Steven Silverius
Bulletin of Scientific Contribution Vol 23, No 3 (2025): Bulletin of Scientific Contribution : GEOLOGY
Publisher : Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/bsc.v23i3.68840

Abstract

ABSTRACTThis study aims to integrate gravity and magnetic anomaly analysis to characterize subsurface structures as an indicative basis for determining prospective zones for new city development in North Sempaja. GGMPlus gravity data were processed using complete Bouguer anomalies and regional-residual separation, while NOAA-WMM magnetic data were processed using TMI, RTE, and TDR and TDX derived filters. The processing results indicate contrasting geophysical response zoning, where the west-central sector is characterized by high to moderate gravity and magnetic anomalies, indicating relatively more compact and homogeneous rock conditions. In contrast, the east to southeast sectors and the Bukit Berambai area are dominated by low anomalies and NW-SE and NE-SW trending structural lineaments related to the complexity of shallow structures. The integration of gravity and magnetic results provides an initial indication that the west-central sector is more prospective for regional development, while the eastern sector requires further mitigation considerations. The interpretations presented are indicative and based on geophysical proxies, so verification through geotechnical investigations is still necessary.Keywords: gravity, magnetic, subsurface structure, Bouguer anomaly, land stability, North Sempaja ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengintegrasikan analisis anomali gravitasi dan magnetik untuk mengkarakterisasi struktur bawah permukaan sebagai dasar indikatif penentuan zona prospektif pengembangan kota baru di Sempaja Utara. Data gravitasi GGMPlus diolah melalui anomali Bouguer lengkap serta pemisahan regional-residual, sedangkan data magnetik NOAA-WMM diproses menggunakan TMI, RTE, dan filter turunan TDR serta TDX. Hasil pengolahan menunjukkan adanya zonasi respon geofisika yang kontras, di mana sektor barat-tengah dicirikan oleh anomali gravitasi dan magnetik tinggi hingga sedang yang mengindikasikan kondisi batuan relatif lebih kompak dan homogen. Sebaliknya, sektor timur hingga tenggara dan kawasan Bukit Berambai didominasi oleh anomali rendah serta pola kelurusan struktur berarah NW-SE dan NE-SW yang berkaitan dengan kompleksitas struktur dangkal. Integrasi hasil gravitasi dan magnetik memberikan indikasi awal bahwa sektor barat-tengah lebih prospektif untuk pengembangan kawasan, sementara sektor timur memerlukan pertimbangan mitigasi lanjutan. Interpretasi yang disajikan bersifat indikatif dan didasarkan pada proksi geofisika, sehingga verifikasi melalui investigasi geoteknik tetap diperlukan.Kata kunci: gravitasi, magnetik, struktur bawah permukaan, anomali Bouguer, kestabilan lahan, Sempaja Utara