Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AI-Driven Learning Analytics for Self-Regulated and Metacognitive Learning: A Systematic Review Romdhoni, Rhezwan Dhaifullah; Arrasyid, Rafli; Widodo, Suprih; Elviani, Ulva
Intellect : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation Vol. 4 No. 02 (2025): Intellect : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/intellect.v4i02.1657

Abstract

Artificial intelligence (AI) and learning analytics are increasingly integrated into educational systems, yet their impact on self‑regulated learning (SRL) and metacognition remains not fully understood. This systematic review synthesizes findings from 34 empirical and review studies on AI‑driven learning analytics in formal education, focusing on their effects on SRL, metacognition, motivation, and academic performance. Following PRISMA guidelines, studies were identified through searches in Scopus, Web of Science, ERIC, and Google Scholar for articles published between 2020 and 2025, using keywords related to AI, learning analytics, SRL, and metacognition. Studies were included if they used AI‑based analytical or adaptive systems, standardized SRL or metacognitive measures, and pre–post or comparison data. Results show that AI‑based tools such as predictive models, intelligent tutoring systems, adaptive platforms, learning dashboards, and generative or conversational AI support goal setting, monitoring, strategy adjustment, and reflective evaluation through feedback, progress visualization, and personalized recommendations. Most studies report improvements in SRL strategies, metacognitive awareness, motivation, engagement, and learning outcomes, though effects vary across research design quality, educational levels, and subject areas. However, several challenges persist, including infrastructural limitations, limited teacher readiness, data privacy and ethical issues, algorithmic bias, and potential overreliance on AI that may weaken learners’ independent strategic thinking. Overall, AI‑driven learning analytics hold substantial potential to enhance SRL and metacognition when integrated within coherent pedagogical frameworks and supported by institutional policies promoting transparency, equity, and human agency. Abstrak Kecerdasan buatan (AI) dan learning analytics semakin meluas dalam sistem pendidikan, namun dampaknya terhadap self‑regulated learning (SRL) dan metakognisi masih belum sepenuhnya dipahami. Tinjauan sistematis ini mensintesis temuan dari 34 studi empiris dan tinjauan pustaka mengenai penerapan AI‑driven learning analytics di pendidikan formal, berfokus pada pengaruhnya terhadap SRL, metakognisi, motivasi, dan kinerja akademik. Dengan mengikuti pedoman PRISMA, artikel dipilih melalui pencarian di Scopus, Web of Science, ERIC, dan Google Scholar untuk periode 2020–2025 menggunakan kata kunci terkait AI, learning analytics, SRL, dan metakognisi. Studi disertakan jika menggunakan sistem analitik atau adaptif berbasis AI dengan instrumen terstandar dan data perbandingan pre–post. Hasil menunjukkan bahwa alat berbasis AI seperti model prediktif, sistem tutor cerdas, platform adaptif, dashboard pembelajaran, serta AI generatif atau konversasional mendukung penetapan tujuan, pemantauan, adaptasi strategi, dan refleksi melalui umpan balik, visualisasi kemajuan, dan rekomendasi otomatis. Sebagian besar studi melaporkan peningkatan strategi SRL, kesadaran metakognitif, motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar, meski efek berbeda bergantung pada desain penelitian, jenjang pendidikan, dan bidang studi. Namun, tantangan tetap muncul, termasuk keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, privasi data, bias algoritmik, serta potensi ketergantungan berlebih pada AI yang dapat melemahkan kemandirian berpikir strategis. Secara keseluruhan, AI‑driven learning analytics berpotensi memperkuat SRL dan metakognisi bila diintegrasikan dalam kerangka pedagogis yang jelas dan didukung kebijakan institusional yang menegakkan transparansi, keadilan, dan agensi manusia.