Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesantunan Berbahasa pada Kolom Komentar Akun Tiktok Fujianti Utami Putri: Kajian Pragmatik Amir, Berlian; Fadli, Irwan; Fitrwahyudi
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 2 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kepatuhan dan ketidakpatuhan kesantunan berbahasa pada kolom komentar akun TikTok Fujianti Utami Putri (@Fujiiian). Kajian ini menggunakan teori kesantunan Geoffrey Leech dengan enam maksim, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, pkmufakatan, dan simpati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data berupa komentar warganet pada bulan Desember 2024. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa bentuk kepatuhan kesantunan berbahasa dalam video tersebut sebanyak 10 data yang terdiri 2 maksim kebijaksanaan, 1 maksim kesederhanaan, 2 maksim pujian, 1 maksim kesederhanaan, 2 maksim kesepakatan, dan 2 maksim kesimpatian. Adapun bentuk ketidakpatuhan ditemukan sebanyak 8 data yang terdiri dari 1 maksim kebijaksanaan, 1 maksim kedermawanan, 1 maksim kesepakatan, 2 maksim kesimpatian, dan yang paling dominan ditemukan pada maksim pujian sebanyak 4 data, berupa komentar ejekan terhadap Fuji, seperti fuji magrib, jalur duka, atau bahkan menanyakan prestasi fuji yang dinilai artis dadakan. Hal ini menunjukkan bahwa bagi beberapa orang, Fuji dianggap memiliki "ketenaran instan" yang berasal dari tragedi atau duka daripada prestasi. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial, khususnya TikTok, menjadi ruang komunikasi yang dinamis tetapi sering mengabaikan prinsip kesantunan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi kajian pragmatik sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya kesantunan dalam komunikasi digital. Kata Kunci: Kesantunan Berbahasa, Pragmatik, dan Tiktok