Suhendra, Christian D.
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rancang Bangun Aplikasi Field Mapping dan Manajemen Operasi Lapangan (GeoTrackOps) Berbasis Geospatial Menggunakan Metode Scrum. Mamengko, Farrel N. D.; Suhendra, Christian D.; Mamengko, David V.; Getarjati, Iban
JUKI : Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 8 No. 1 (2026): JUKI : Jurnal Komputer dan Informatika, Edisi Mei 2026
Publisher : Yayasan Kita Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53842/juki.v8i1.2149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun GeoTrackOps sebagai aplikasi pemetaan lapangan dan manajemen operasi geologi berbasis geospasial yang terintegrasi. Permasalahan utama dalam kegiatan lapangan geologi adalah penggunaan metode manual dan sistem yang terpisah, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakkonsistenan data, kehilangan informasi, serta kesulitan validasi, terutama pada wilayah dengan keterbatasan konektivitas. Metode penelitian meliputi pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur, analisis serta perancangan sistem menggunakan pemodelan Unified Modeling Language, dan pengembangan perangkat lunak dengan kerangka kerja Scrum secara iteratif. GeoTrackOps dikembangkan sebagai aplikasi mobile berbasis web dengan pendekatan offline-first yang mendukung pencatatan lokasi dan waktu, dokumentasi foto tergeospasial, pencatatan deskriptif berbasis suara, validasi data berbasis peran, serta pemantauan terpusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GeoTrackOps mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan keterlacakan data operasi lapangan secara menyeluruh. Selain itu, GeoTrackOps memiliki potensi sebagai kerangka awal menuju pengembangan sistem pemetaan lapangan yang lebih terotomatisasi untuk meminimalkan risiko kerja lapangan, khususnya di wilayah frontier atau terpencil.
Optimasi dan Analisis Kinerja MobileNetV2 dan VGG16 untuk Klasifikasi Jenis Sirih Berdasarkan Morfologi Daun: Optimization and Performance Analysis of MobileNetV2 and VGG16 for Betel Leaf Species Classification Based on Leaf Morphological Characteristics Ningrum, Pramita Widya; Suhendra, Christian D.; Sirami, Elieser Y. I. V.
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 3 (2026): MALCOM July 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i3.2749

Abstract

Daun sirih memiliki keragaman morfologi yang cukup tinggi, tanaman ini banyak digunakan dalam bidang kesehatan, praktik budaya, dan kegiatan ekonomi di berbagai wilayah Asia. Oleh karena itu, identifikasi spesies yang akurat menjadi penting untuk mendukung budidaya dan pemanfaatannya secara optimal. Namun, identifikasi secara manual masih menjadi tantangan karena sangat bergantung pada keahlian pakar. Sebagian besar penelitian berbasis citra pada daun sirih berfokus pada deteksi penyakit, sedangkan klasifikasi spesies masih mendapat perhatian yang terbatas. Akibatnya, bukti mengenai efektivitas model deep learning dalam membedakan perbedaan morfologi yang halus antarspesies daun sirih masih relatif sedikit. Penelitian ini mengevaluasi kinerja MobileNetV2 dan model VGG16 yang telah dioptimasi untuk mengklasifikasikan tiga jenis daun sirih berdasarkan karakteristik morfologinya. MobileNetV2 digunakan sebagai model transfer learning dasar (baseline). Sementara itu, VGG16 yang telah dilatih sebelumnya pada dataset ImageNet dioptimasi dengan membekukan lapisan konvolusional dan memodifikasi lapisan klasifikasi untuk tiga kelas keluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VGG16 yang telah dioptimasi mencapai akurasi validasi sebesar 95,50% dan macro F1-Score sebesar 0,95. Kinerja tersebut lebih baik dibandingkan MobileNetV2 yang memperoleh akurasi validasi sebesar 89,23% dan macro F1-Score sebesar 0,88. Temuan ini menunjukkan bahwa VGG16 yang telah dioptimasi merupakan pendekatan yang efektif dan andal untuk klasifikasi spesies daun sirih berdasarkan karakteristik morfologinya.
Pengembangan Aplikasi Mobile GeoTrackOps Berbasis Lokasi dengan Sinkronisasi Offline Menggunakan Agile Scrum untuk Tim Lapangan: Development of a Location-Based GeoTrackOps Mobile Application with Offline Synchronization Using Agile Scrum for Field Teams Mataputun, Jhosua A.; Indrayani, Lilis; Suhendra, Christian D.; Getarjati, Iban
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 3 (2026): MALCOM July 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i3.2797

Abstract

GeoTrackOps merupakan aplikasi mobile yang dikembangkan untuk mendukung operasional tim lapangan melalui pelaporan berbasis lokasi dan sinkronisasi data offline-online. Penelitian ini bertujuan untuk menyempurnakan GeoTrackOps melalui peningkatan pelacakan lokasi, penyimpanan lokal berbasis SQLite, dan mekanisme sinkronisasi offline-online untuk aktivitas lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development dengan Agile Scrum melalui analisis kebutuhan, penyusunan product backlog, implementasi berbasis sprint, dan evaluasi iteratif. Fitur yang dikembangkan meliputi manajemen route, pelaporan stopsite, GPS/LBS tracking, antrean data lokal, sinkronisasi ke backend server, serta dashboard web berbasis peran untuk Admin dan Basecamp Operator. Evaluasi dilakukan menggunakan Black-Box Testing dan pengujian performa teknis pada dua perangkat Android di rute uji sepanjang 3,2 km. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh 15 skenario fungsional memperoleh status lulus, mencakup login, akses berbasis peran, alur route dan stopsite, GPS/LBS tracking, penyimpanan offline, sinkronisasi, dan akses dashboard. Pengujian performa teknis menunjukkan waktu sinkronisasi rata-rata 12,4 detik, latensi posisi dashboard rata-rata 6,7 detik, tingkat keberhasilan pengiriman data 100%, serta error rata-rata GPS/LBS sebesar 8,3 meter pada area terbuka dan 24,1 meter pada area tertutup. Hasil ini menunjukkan bahwa GeoTrackOps dapat mendukung pelaporan dan monitoring lapangan secara lebih andal, terutama pada wilayah dengan keterbatasan konektivitas jaringan.