Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Profesionalisme Guru Terhadap Penggunaan Media Teknologi Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di MAN 2 Model Mataram Sofiyan Baihaki; Zakia Indana Zulfa; Khizam Aulia; Lubna
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.1552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profesionalisme guru terhadap pemanfaatan media teknologi LCD proyektor dan Google Form. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi eksperimen model non- equivalent postest-only control grup desain, yang melibatkan dua kelompok, kelas kontrol dan kelas eksperimen. Masing-masing kelas terdiri dari 25 orang yang dipilih secara porposive berdasarkan kemampuan awal masing-masing siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen relatif sama. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang dibagikan kepada kedua kelompok tersebut. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Independen Samples T-Test untuk menguji perbedaan antara kelompok kontrol yang memanfaatkan media LCD proyektor dalam proses pembelajaran dan menggunakan Google Form dalam penilaian oleh guru profesional dengan kelompok eksperimen yang tidak menggunakan ke-dua media tersebut. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.001< 0.005. Terdapat pengaruh signifikan profesionalisme guru SKI terhadap kemampuan pemanfaatan LCD dan Google Form. Hal ini juga dibuktikan dengan meningkatnya pemahaman siswa dan partisipasi siswa menjadi lebih aktif dengan menggunakan LCD dan terbukti lebih efektif dan efisien dalam proses penilaian menggunakan Google Form pada kelas kontrol dibanding kelas eksperimen. Dengan demikian, frekuensi dan kemampuan guru profesional dalam memanfaatkan media teknologi merupakan indikator penting dan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di era digital. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemanfaatan media teknologi dapat memperkaya media pembelajaran, meningkatkan aktivitas siswa dan memfasilitasi penilaian yang lebih efektif dan efisien.
REVITALISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER KRITIS PADA ERA POST-TRUTH SOCIETY Zakia Indana Zulfa; Fathurrahman Muhtar; Ismail
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.59828

Abstract

This study aims to analyze the revitalization of Islamic education in developing critical character in the post-truth society era. The post-truth phenomenon is characterized by the dominance of opinion over fact, the increasing spread of hoaxes, the manipulation of public emotions, and social and religious polarization that develops through digital media. These conditions have resulted in low critical literacy among the younger generation and an increased tendency to accept information without adequate verification. This study uses a qualitative approach with library research methods. Data sources were obtained from SINTA and Scopus indexed journal articles, academic books, and scientific documents relevant to the research theme. Data collection techniques were carried out through literature and documentation studies, while data analysis used content analysis and descriptive-critical analysis. The results of the study indicate that Islamic education has a strong philosophical foundation in developing critical character through the concepts of tabayyun, ijtihad, tafakkur, and strengthening social ethics. However, the practice of Islamic education still tends to be normative-doctrinal, so it has not been optimal in developing students' critical thinking skills. Therefore, revitalizing Islamic education is necessary through the integration of digital literacy, the development of dialogic learning, and the transformation of educational paradigms to be more contextual and adaptive to developments in information technology. This study concludes that Islamic education plays a strategic role in shaping a generation that is religious, critical, moderate, and responsible in facing the challenges of a post-truth society.