Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Budaya Kompres Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) Sebagai Penagana Demam Pada Batita Pasca Imuniasi Difteri Pertusis tetanus (DPT) di Polindes Desa Sungai Raya Tahun 2025 Angelina, Sherly; Arriza, Nurul; Handayani, Luluk; Lisnawati, Lisnawati
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12961

Abstract

Imunisasi Difteri Pertusis tetanus (DPT) merupakan program pemerintah yang wajib diberikan pada anak sebelum usia 1 tahun. Kejadian paska imunisasi DPT biasanya anak akan mengalami demam setelah beberapa jam penyuntikan. Budaya masyarakat dalam menurunkan demam pada anak salah satunya menggunakan kompres bawang merah mengandung senyawa sulfur organic yaitu Allycysteine Sulfoxida (Allin) yang dapat menurunkan demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui budaya kompres bawang Merah (Allium Ascalonicum L) sebagai penanganan demam pada batita pasca imuniasi DPT. Penelitian Mix Methode penelitian kuantitatif dengan Quasy Eksperimental pre-post test two group dan penelitian Kualitatif menggunakan triagulasi. Populasi sebanyak 24 balita dengan tehnik kuota sampling dan 5 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tubuh pada bayi demam sebelum diberi intervensi memiliki rata-rata 38,3ºC dan suhu tubuh pada bayi demam sesudah diberi intervensi memiliki rata-rata 38,0ºC dengan selisih 0,3ºC. Adapun nilai P-value0,05 (0,000) sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian kompres bawang merah secara signifikan dapat menurunkan suhu tubuh pada bayi demam pasca imunisasi DPT serta penggunaan kompres bawang merah dalam menurun demam pada bayi lebih mudah diterima dikalangan masyarakat karena sejalan dengan budaya kepercayaan lokal