Dzaldiri, Tabitha Zevanya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MENGUNYAH BUAH APEL DAN BUAH PIR DALAM MENURUNKAN ANGKA INDEKS DEBRIS GIGI PADA ANAK TUNANETRA DI SMPLB & SMALB-A YPAB SURABAYA Dzaldiri, Tabitha Zevanya; Larasati, Ratiha; Sugito, Bambang Hadi
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2968

Abstract

Latar Belakang: Mengingat bahwa penglihatan yang berkurang dapat memengaruhi kemampuan anak tunanetra untuk membersihkan gigi, kebersihan gigi dan mulut merupakan komponen penting dari kesehatan mereka secara keseluruhan. Indeks kotoran gigi yang tinggi pada anak tunanetra di SMPLB & SMALB-A YPAB Surabaya merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut. Mengunyah buah-buahan seperti apel fuji dan pir madu yang memiliki tindakan membersihkan diri merupakan metode alternatif untuk meningkatkan kebersihan mulut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah mengunyah pir madu dan apel fuji menurunkan indeks kotoran gigi pada anak tunanetra di SMPLB-A dan SMALB-A YPAB Surabaya. Metode Dalam penelitian ini, pra-tes dan pasca-tes dirancang untuk satu kelompok menggunakan teknik kuantitatif dan desain penelitian kuasi-eksperimental. Dua puluh empat siswa menjadi sampel, dan mereka dibagi menjadi dua kelompok: kelompok mengunyah pir madu dan kelompok mengunyah apel fuji. Untuk penelitian ini, observasi dan analisis adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data. Baik uji-t independen maupun berpasangan digunakan dalam metode analisis data. Hasil: Temuan tersebut menunjukkan bahwa kedua varietas buah tersebut berhasil menurunkan indeks serpihan gigi; meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikan dalam efek kedua kelompok (p<0,05). Kesimpulan: Apel Fuji memiliki dampak lebih tinggi daripada pir madu.