N.P, I.G.A Kusuma Astuti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS KARIES GIGI DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PUSKESMAS BULAK BANTENG SURABAYA dewi, jyothi utami; Larasati, Ratih; N.P, I.G.A Kusuma Astuti
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.2971

Abstract

Latar Belakang: Populasi lansia di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, terus meningkat setiap tahunnya. Dengan bertambahnya usia, berbagai perubahan fisiologis dan penurunan fungsi organ tubuh terjadi, yang menyebabkan peningkatan kerentanan terhadap penyakit dan kecacatan yang berdampak negatif pada kualitas hidup di kalangan lansia. Karies gigi adalah masalah kesehatan mulut yang umum terjadi pada populasi ini, yang berkontribusi pada perubahan kualitas hidup yang meliputi domain fisik, fungsional, sosial, dan emosional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara status karies gigi dengan kualitas hidup pada lansia. Metode: Penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 lansia yang diambil dengan Teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu DMF-T dan kuesioner OHIP-14. Analisis data menggunakan uji analisis Kendall Tau B. Hasil: Hasil uji statistik Kendall Tau B menunjukkan bahwa status karies gigi berhubungan dengan kualitas hidup lansia yang dimana nilai α (0,026) sehingga α < 0,05 yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara status karies gigi dengan kualitas hidup lansia. Dimana ada peningkatan tingkat keparahan karies gigi berbanding terbalik dengan kualitas hidup lansia, di mana semakin parah kondisi karies, maka semakin menurun kualitas hidup yang dirasakan. Kata kunci : Karies gigi, Kualitas hidup, OHIP-14
PENGARUH BERKUMUR MENGGUNAKAN AIR REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP PERUBAHAN PH SALIVA PADA LANSIA Vahira, Dea Rahma Audina Ida; Prasetyowati, Silvia; N.P, I.G.A Kusuma Astuti
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v7i2.3190

Abstract

Latar Belakang: Saliva merupakan suatu faktor yang berperan pada terbentuknya karies gigi. Pada lansia di Posyandu Lansia Sekar Arum, Driyorejo, Gresik, rendahnya pH saliva antara lain disebabkan oleh faktor host, yaitu kondisi gigi dan jumlah saliva. Penurunan produksi saliva secara signifikan dapat mempercepat perkembangan karies. Salah satu faktor yang memengaruhi pH saliva adalah kecepatan sekresi akibat rangsangan tertentu. Permasalahan yang diangkat pada studi ini ialah rendahnya pH saliva pada lansia di lokasi tersebut. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk memahami pengaruh air rebusan jahe merah sebagai cairan kumur dalam upaya perubahan pH saliva pada lansia. Metode: Studi ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, di mana pengukuran dilakukan sebelum serta sesudah intervensi pada satu kelompok yang sama. Subjek penelitian terdiri dari 32 lansia anggota Posyandu Lansia Sekar Arum, Driyorejo, Gresik. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, sedangkan teknik analisis data yang diterapkan adalah Paired T-Test (uji T berpasangan) dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaan antara nilai sebelum serta setelah perlakuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh berkumur menggunakan air rebusan jahe merah pada lansia. Hasil studi menunjukkan pH saliva lansia sebelum intervensi pada kondisi rendah (asam) sebesar 84,2%. Sedangkan, setelah dilakukan intervensi berupa berkumur dengan air rebusan jahe merah, sebanyak 87,5% lansia menunjukkan peningkatan pH saliva ke tingkat normal. Kesimpulan: Air rebusan jahe merah terbukti mampu meningkatkan pH saliva serta memiliki sifat antibakteri yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri sehingga mampu menjaga keseimbangan pH di rongga mulut.