Latar Belakang: Diabetes melitus menurut WHO (2006), adalah kondisi terjadinya kadar gula dalam darah yang meningkat (hiperglikemia), serta gangguan dalam metabolisme protein, lemak dan karbohidrat yang disebabkan oleh produksi insulin yang tidak mencukupi atau fungsi insulin yang tidak bekerja secara optimal. Selain faktor biologi, faktor sosial dan ekonomi meliputi tingkat pendidikan dan pekerjaan juga diyakini berdampak pada kualitas tidur penderita DM tipe 2, sehingga masalah kesehatan ini dapat mempengaruhi produktivitas dan menurunkan kualitas hidup manusia. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan pekerjaan terhadap kualitas tidur pada pasien DM tipe 2 di Rumah Sakit Yogyakarta. Metode penelitian: Desain penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimental, menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini 30 responden serta menerapkan teknik Accidental Sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Berdasarkan Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan terhadap kualitas tidur pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p 0,006 (<0,05) dan tidak ada hubungan antara pekerjaan dan kualitas tidur pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p 0,295 (<0,05). Saran : Perawat memberikan edukasi kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien DM tipe 2 serta perlunya diberikan secara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta kualitas tidur pasien. Latar belakang: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (2006), diabetes melitus adalah peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) disertai gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Kondisi ini muncul akibat produksi insulin yang tidak mencukupi atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif. Selain faktor biologis, faktor sosial dan ekonomi—seperti tingkat pendidikan dan status pekerjaan—juga diyakini memengaruhi kualitas tidur penderita diabetes tipe 2. Akibatnya, masalah kesehatan ini dapat menghambat produktivitas secara keseluruhan dan menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus tipe 2 di salah satu rumah sakit di Yogyakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 30 partisipan menggunakan metode pengambilan sampel aksidental. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh (PSQI). Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara tingkat pendidikan dan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus tipe 2, yang ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,006 (<0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status pekerjaan dan kualitas tidur pada kelompok pasien yang sama, dengan nilai p sebesar 0,295 (>0,05). Saran: Perawat diharapkan memberikan pendidikan kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien diabetes melitus tipe 2, yang sebaiknya disampaikan secara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kualitas tidur pasien.