Penelitian ini dilakukan pada Bulan Februari s.d. Maret 2024 di PPS Bungus Sumatera Barat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menghitung produktivitas penangkapan (CPUE) dan Pola Musim Penangkapan (waktu musim ikan, waktu penangkapan yang optimal) ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang didaratkan di PPS Bungus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pendekatan desk study, yaitu suatu cara pengumpulan data dan informasi melalui pemeriksaan serta menggunakan data sekunder, berupa data Logbook yang berisikan data bulanan (catch dan effort) dalam periode 5 tahun dan metode survey yaitu dengan wawancara dengan pemilik kapal dan ABK. Kajian pola musim penangkapan akan menghasilkan informasi mengenai waktu dan musim yang paling tepat untuk melakukan kegiatan operasi penangkapan ikan sehingga dapat mengurangi resiko kerugian penangkapan ikan. Produktivitas Tuna sirip Kuning dari tahun 2019 hingga 2023 cenderung menurun, hal tersebut perlu diwaspadai karena diduga terjadinya overfishing. Efisiensi penangkapan (CPUE) menurun dari 2019 - 2023, dengan tertinggi pada 2019 (4001,55 kg/trip) dan terendah pada 2023 (3550,30 kg/trip), menunjukkan perlunya pemantauan terhadap stok tuna. Musim penangkapan berdasarkan Indeks Musim Penangkapan (IMP), berfluktuasi sepanjang tahun. Pada bulan Maret, hasil tangkapan relatif tinggi (129%), sementara pada bulan Agustus hasil tangkapan terendah signifikan (74%). Musim penangkapan ikan tuna sirip kuning, yang memiliki nilai IMP di atas 100 berlangsung dari bulan Februari-Mei, September, dan Desember, dengan puncaknya terjadi pada bulan Maret. Pada bulan Januari, Juni-Agustus, dan Oktober-November nilai IMP berada di bawah 100, menandakan musim sedang