Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Gender Dalam K-Drama The Judge From Hell: Analisis Semiotika Sosial Dengan Pendekatan Ibnu Hamad Corina, Salya Elva
Telangke:Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi Vol 7 No 2 (2025): Juli: Jurnal Telangke Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Gajah Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jiksohum.v7i2.1719

Abstract

Gender representation in media, particularly within K-Dramas, reflects shifting social dynamics and the evolving construction of female identity. The Judge from Hell (2024) portrays Kang Bit-na as a female judge endowed with supernatural authority, challenging dominant patriarchal narratives commonly found in Korean mainstream media. This study aims to examine how female representation and power relations are constructed through symbols, narrative structure, and visual elements in the series. Employing a qualitative method grounded in social semiotics and Ibnu Hamad’s discourse analysis model, this research analyzes five high-intensity episodes in which Kang Bit-na plays a central authoritative role. The findings indicate that The Judge from Hell presents a transformative representation of women—from passive figures to authoritative agents who command both legal and supernatural domains. Through the categories of Field of Discourse, Tenor of Discourse, and Mode of Discourse, the series depicts women as holders of moral and structural power, while male characters occupy negotiated or subordinate positions. Visual analysis reinforces this construction through camera framing, color symbolism, body language, and legal performativity. In conclusion, the drama constructs a counter-narrative to patriarchal norms and broadens the meaning of female authority in contemporary Korean cultural contexts
Pengelolaan Emosi Diri Karyawan Perusahaan Rintisan Akibat Tech Winter Heri, Edwar Andiko; Hisna, Shania Alya; Prasetyo, Mario Aditya; Gunawijaya, Salsabilla; Corina, Salya Elva
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7936

Abstract

Fenomena tech winter telah menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di berbagai perusahaan rintisan, termasuk di Indonesia. PHK mendadak yang dialami oleh karyawan startup tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga menimbulkan tekanan emosional dan krisis identitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk pengungkapan emosi diri dan strategi adaptasi intrapersonal yang dilakukan oleh eks-karyawan startup pasca-PHK. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif konstruktivis dengan metode wawancara mendalam terhadap lima informan yang mengalami PHK akibat tech winter. Temuan menunjukkan bahwa pengungkapan emosi dilakukan secara privat melalui refleksi diri, journaling, dan dialog batin, bukan melalui media sosial atau komunikasi terbuka. Emosi yang dominan meliputi ketakutan, kemarahan, kecemasan, dan ketenangan, sebagaimana dirumuskan dalam teori Emotional Self-Disclosure. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa proses komunikasi intrapersonal memainkan peran penting dalam membangun kembali keseimbangan emosional dan orientasi karier setelah mengalami krisis akibat PHK. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan intervensi psikososial berbasis empati dalam konteks ketenagakerjaan digital.