Secara global, diperkirakan 1 dari 8 orang, ataupun sekitar 970 juta penduduk dunia, hidup dengan gangguan kesehatan jiwa, di mana gangguan kecemasan serta depresi termasuk kondisi yang paling banyak dijumpai. Gangguan jiwa termasuk kondisi kompleks yang bisa dipicu oleh beragam faktor. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan ODGJ di Wilayah Kerja Puskesmas Gandus Kota Palembang Tahun 2025. Penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2025 di wilayah kerja Puskesmas Gandus Palembang. Populasi seluruh keluarga pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Puskesmas Gandus Kota Palembang sebanyak 144 orang dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner.Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa presentase tiap variabel dependen maupun independent sudah baik. Hasil uji statistik Chi-square pada analisis bivariat menunjukkan ada hubungan variabel pengetahuan keluarga, dukungan keluarga, jarak ke fasilitas kesehatan, penghasilan keluarga keluarga, dukungan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan ODGJ diperoleh nilai p<0.05. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor paling dominan kepatuhan pengobatan ODGJ ialah pengetahuan. Variabel yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kepatuhan pengobatan ODGJ ialah tingkat pengetahuan. Diharapkan Pihak Puskesmas diharapkan untuk meningkatkan jumlah kader serta menyusun jadwal kunjungan rumah secara lebih terstruktur bagi pasien ODGJ yang berada di wilayah kerja UPT Puskesmas Gandus Palembang.