Penelitian ini bertujuan menelaah perubahan komunitas burung pada lima fase pertumbuhan padi dengan mengamati komposisi berdasarkan tipe makanan, tingkat keanekaragaman, kemerataan, dominansi, serta kesamaan jenis. Kegiatan dilaksanakan selama ±4 bulan di area persawahan Kelurahan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, menggunakan metode titik hitung (point count) pada 12 titik pengamatan yang telah ditentukan. Sebanyak 33 jenis burung dari 9 ordo dan 18 famili berhasil dicatat. Setiap fase menunjukkan komposisi yang berbeda; sejumlah spesies hadir di seluruh fase, sedangkan lainnya hanya muncul pada tahap tertentu. Keanekaragaman dan kemerataan jenis burung tertinggi ditemukan pada fase vegetatif dengan nilai H’ = 2.288 dan E = 0,711, sedangkan nilai kesamaan jenis tertinggi terjadi antara fase pengolahan tanah dan fase vegetatif dengan nilai kesamaan sebesar 37,64%. Kerak kerbau (Acridotheres javanicus) menjadi spesies dengan frekuensi perjumpaan paling tinggi. Berdasarkan tipe pakan, karnivor dan karnivor-insektivor mendominasi fase awal pertumbuhan, omnivor mendominasi fase pascapanen, sedangkan insektivor dan granivor meningkat pada fase pematangan. Empat spesies tercatat dilindungi (PerMen LHK 2018), satu masuk Apendiks II CITES, serta masing-masing satu berstatus endangered, vulnerable, dan near threatened menurut IUCN. Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas burung di persawahan berubah secara jelas mengikuti fase pertumbuhan padi.