Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL DALAM SAFETY TALK TERHADAP KEPATUHAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PEKERJA GALANGAN KAPAL Fianita Desriani Putri; Mutiah; Misni Astuti
The Commercium Vol 10 No 1 (2026): The Commercium - Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i1.74998

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi instruksional dalam safety talk terhadap kepatuhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pekerja galangan kapal di PT KTU Shipyard Sekupang, Batam. Penelitian dilatar belakangi masih ditemukannya pekerja yang kurang patuh terhadap prosedur K3 meskipun safety talk rutin dilakukan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei dengan kuesioner kepada 121 responden. Komunikasi instruksional diukur berdasarkan model SMCR Berlo (Source, Message, Channel, Receiver), sedangkan kepatuhan K3 diukur menggunakan Safety Triad Geller (People, Behavior, Environment). Data dianalisis menggunakan Regresi Linear Sederhana dengan SPSS versi 25. Hasil menunjukkan komunikasi instruksional berada dalam kategori efektif (skor 2,92) dan kepatuhan K3 dalam kategori tinggi (skor 3,04). Terdapat pengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,612, menunjukkan komunikasi instruksional berkontribusi 61,2% terhadap kepatuhan K3. Kesimpulannya, semakin efektif komunikasi instruksional dalam safety talk, semakin tinggi kepatuhan K3 pekerja. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk pengembangan studi komunikasi keselamatan dan memberikan rekomendasi praktis bagi perusahaan untuk meningkatkan efektivitas safety talk.  
Pengembangan Konten Promosi Media Sosial Tenun Songket Tradisional di Desa Limbang Jaya, Sumatera Selatan Mutiah; Misni Astuti; Feny Selly Pratiwi; Leti Karmila
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2026
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/dedikasi.v8i1.12355

Abstract

Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir sebagai pusat pengrajin kain tenun songket sangat berpotensi dikembangkan menjadi desa wisata budaya. Potensi wisata Desa Limbang Jaya dapat dikembangkan melalui aktivitas para pengrajin tenun songket yang masih konsisten menggunakan alat tenun tradisional. Selain itu, corak dan motif kain songket otentik yang masih terjaga sampai saat ini. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Desa Limbang Jaya, yang ke depannya akan dikembangkan sebagai desa wisata, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Desa Limbang Jaya. Oleh karena itu tujuan kegiatan ini adalah untuk melatih masyarakat Desa Limbang Jaya dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi desa wisata. Peserta dalam kegiatan ini adalah pengrajin muda berjumlah 20 orang, kemudian tim pelaksana terdiri atas 1 orang ketua dengan 3 orang anggota yang merupakan Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya, serta keterlibatan 5 mahasiswa, yang kompetensi dan perannya sesuai dengan bidang kepakaran. Metode dalam kegiatan ini yaitu menggunakan teknik participatory rural appraisal (PRA) yang menekankan partisipasi masyarakat. Luaran dari PKM ini adalah artikel sinta 4 dan publikasi media massa. Selama pelaksanaan kegiatan PKM, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperkenalkan desa mereka sebagai pusat pengrajin songket di Sumatera Selatan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran tentang pemanfaatan media sosial dan praktik pembuatan video menggunakan teknik videografi melalui telepon genggam masing-masing, dengan pendampingan dari mahasiswa. Peserta mempelajari keterampilan dasar pembuatan video melalui telepon genggam dan dapat langsung mempraktikkannya untuk membuat konten. Kesimpulannya, para pengrajin kini memiliki kemampuan secara mandiri untuk membuat konten sederhana bagi media sosial dengan memanfaatkan telepon genggam mereka. Kata kunci: konten, komunikasi, media sosial, pariwisata