Influencer merupakan individu yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi perilaku, opini, dan gaya hidup orang lain melalui media sosial. Di era digital saat ini, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga wadah untuk membangun personal branding. TikTok menjadi salah satu platform paling populer yang memungkinkan seseorang mengekspresikan diri melalui konten video singkat. Natasha, seorang wanita asal NTB yang dikenal dengan julukan CEO of Sexy Javanese Accent, menjadi contoh nyata dari keberhasilan membangun citra diri melalui media sosial. Ia dikenal karena penggunaan aksen bahasa Jawa medok yang khas dan autentik, yang berhasil menarik perhatian masyarakat luas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi, serta pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Natasha berhasil membangun personal branding yang kuat dengan menerapkan sepuluh prinsip personal branding menurut Rampersad, yaitu keaslian, integritas, konsistensi, spesialisasi, keberbedaan, relevansi, visibilitas, kegigihan, kebaikan, dan kinerja. Keberhasilannya dalam mempertahankan karakter unik, konsistensi dalam membuat konten, serta kemampuannya berinteraksi dengan audiens menjadikannya representasi nyata dari influencer modern yang mampu mengelola citra diri secara efektif di dunia digital.