Aulia Ramdhani A.R, Cahya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL TERHADAP ISU BUDAYA LOKAL DALAM PEMBERITAAN MEDIA ONLINE DI INDONESI Aulia Ramdhani A.R, Cahya; Bahfiarti, Tuti; Iqbal Sultan, Moehammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.378-391

Abstract

Perkembangan media online di era digital telah menempatkan media sebagai aktor penting dalam proses konstruksi realitas sosial, termasuk dalam merepresentasikan isu budaya lokal di ruang publik digital. Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk cara masyarakat memahami, memaknai, dan menilai budaya lokal melalui narasi, bahasa, dan simbol yang digunakan dalam pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media online di Indonesia mengonstruksi realitas sosial terhadap isu budaya lokal serta implikasinya terhadap pemaknaan budaya lokal di ruang publik digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap teks pemberitaan media online nasional yang mengangkat isu budaya lokal, dengan pemilihan data secara purposive. Analisis dilakukan melalui pembacaan mendalam untuk mengidentifikasi pola representasi, strategi naratif, penggunaan bahasa dan simbol, serta kecenderungan makna dominan yang dibangun media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media online cenderung merepresentasikan budaya lokal secara selektif dengan penekanan pada aspek seremonial, visual, dan pariwisata budaya. Narasi yang digunakan bersifat deskriptif dan simplifikatif, sementara makna budaya lebih banyak dibingkai sebagai warisan statis dan komoditas ekonomi. Perspektif kritis terkait nilai filosofis, dinamika sosial, dan konflik budaya relatif kurang mendapatkan ruang. Konstruksi realitas sosial tersebut berimplikasi pada terbentuknya pemahaman publik yang dangkal terhadap budaya lokal, yang lebih dipahami sebagai simbol dan tontonan visual daripada sebagai praktik sosial yang hidup dan dinamis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran media online dalam menyajikan pemberitaan budaya lokal yang lebih kontekstual, reflektif, dan sensitif terhadap nilai serta keberlanjutan budaya di era digital.