Liberta Aieda Muhammad, Faith
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMETAKAN LAGUNA: PRODUKSI KOLONIAL ATAS SEGARA ANAKAN DAN KAMPUNG LAUT (1690–1950) Liberta Aieda Muhammad, Faith
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i1.2026.121-130

Abstract

Artikel ini menelusuri bagaimana Laguna Segara Anakan di pesisir selatan Jawa diproduksi sebagai ruang kolonial melalui praktik pengetahuan dan kekuasaan sejak akhir abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20. Dengan menggunakan sumber arsip kartografi VOC, laporan hidrografi kolonial, serta catatan sejarah lisan mengenai asal-usul Kampung Laut, penelitian ini menunjukkan bahwa laguna bukan sekadar bentang alam ekologis, melainkan hasil konstruksi politik dan ekonomi yang dibentuk oleh eksplorasi, pemetaan, dan kontrol administratif. Pemetaan awal oleh Pieter de Gilde (1692) dan Cornelis Coops (1698) menjadikan Segara Anakan bagian dari jaringan navigasi dan perdagangan selatan Jawa. Aktivitas eksploitasi mutiara pada awal abad ke-18, kebijakan forest enclosure di Priangan pada abad ke-19, dan militerisasi Nusakambangan pada awal abad ke-20 secara bertahap mengubah laguna menjadi frontier strategis kolonial yang menghubungkan kepentingan ekologi, ekonomi, dan keamanan. Artikel ini berkontribusi pada kajian kolonial Indonesia dengan menunjukkan bahwa asal-usul Kampung Laut berakar pada proses panjang kolonialisasi ruang perairan yang warisannya masih membayang dalam cara negara modern memahami dan mengelola Segara Anakan hingga hari ini.