Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETIDAKPASTIAN HUKUM SYIBHUL IDDAH BAGI MANTAN SUAMI: STUDI EMPIRIS ATAS IMPLEMENTASI EDARAN DIRJEN BIMAS ISLAM DI KABUPATEN BATU BARA Muhammad Iqbal Irham; M. Syahnan; Rahma, Putri
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/ryazm284

Abstract

This study examines the implementation of the Director General of Islamic Guidance Circular No. P-005/DJ.III/HK.00.7/10/2021 on recording the iddah period for women in KUA Medang Deras District, Batu Bara Regency, focusing on the legal uncertainty of syibhul iddah for former husbands. Using empirical legal research with qualitative methods, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation analysis from KUA staff, former spouses, and community figures. Findings reveal consistent administrative recording of women's iddah but significant social pressure on former husbands to delay remarriage, creating normative confusion unsupported by fiqh or positive law. Through maqāṣid al-sharī'ah analysis, the practice is deemed redundant for nasab protection, disproportionate for honor safeguarding, and contrary to psychological well-being. Recommendations include revising the circular to clarify former husbands' status, enhancing KUA verification procedures, and maqasid-based socialization to achieve post-divorce legal certainty.
PENELANTARAN NAFKAH DAN PENINGGALAN BEBAN HUTANG KELUARGA KEPADA ISTRI : PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Syaripudin Latif; Muhammad Iqbal Irham; M. Syahnan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41924

Abstract

Kewajiban memberikan nafkah keluarga merupakan tanggung jawab utama suami dalam membina rumah tangga, sebagaimana diatur dalam hukum Islam maupun hukum positif. Dalam praktiknya kewajiban ini kadang terabaikan sehingga sering terjadi penelantaran nafkah dan peninggalan beban hutang keluarga kepada istri yang berdampak pada kerugian ekonomi, sosial, dan psikologis istri dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penelantaran nafkah dan tanggung jawab atas hutang keluarga dari perspektif hukum Islam, serta menganalisis perlindungan hukum bagi istri berdasarkan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif-yuridis dengan teknik studi pustaka, yang menelaah sumber-sumber primer peraturanperundang-undangan, serta sumber sekunder berupa literatur fikih dan jurnal akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelantaran nafkah merupakan pelanggaran terhadap prinsip qawwamah dalam Islamdan termasuk tindak pidana kekerasan ekonomi sebagaimana diatur dalam UU PKDRT. Adapun hutang keluarga yang ditinggalkan suami menjadi bagian dari harta peninggalan (tirkah) yang wajib diselesaikan sebelum pembagian warisan, bukan otomatis tanggung jawab istri. Dengan demikian, hukum Islam dan hukum nasional sama-sama memberikan perlindungan kepada istri dari bentuk ketidakadilan ekonomi dalam rumah tangga.