Banyumas memiliki potensi seni dan budaya yang sangat kaya, yang salah satunyatercermin melalui keberadaan Taman Budaya Soetedja. Taman ini berfungsi sebagairuang untuk ekspresi, apresiasi, serta sebagai pusat kegiatan kesenian dankebudayaan. Meskipun demikian, Taman Budaya Soetedja masih menghadapitantangan terkait identitas visualnya, sehingga citra yang dimiliki belum cukup kuatdalam benak masyarakat. Identitas visual sangat penting dalam membangunkesadaran merek (brand awareness) dan meningkatkan daya tarik serta eksistensisuatu institusi kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang identitas visualTaman Budaya Soetedja sebagai upaya untuk meningkatkan brand awareness danmengembangkan media aplikasi yang relevan. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang mencakup wawancara dengan pihakpengelola serta observasi langsung di lapangan. Proses perancangan dilakukanmelalui beberapa tahapan, yaitu riset, analisis, eksplorasi visual, dan pengembangandesain. Hasil dari perancangan ini berupa identitas visual yang mencakup logo barudan penerapannya pada berbagai media promosi. Kesimpulan penelitianmenunjukkan bahwa perancangan identitas visual dapat berfungsi sebagai strategikomunikasi visual yang efektif, dengan tujuan memperkuat citra, meningkatkanjangkauan audiens, serta menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap seni danbudaya lokal Banyumas. Identitas yang dihasilkan dirancang agar fleksibel danberkelanjutan, sehingga dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpamengabaikan akar budaya yang menjadi inti dari institusi tersebut.Kata kunci : Brand awareness, identitas visual, Taman Budaya Soetedja