Perwitaningrum, Kamayasti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANCANGAN ULANG HOTEL BINTANG 3 METLAND HOTEL BEKASI DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY Perwitaningrum, Kamayasti; Sarihati, Titihan; Palupi, Fajarsani Retno
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekasi merupakan kawasan tingkat industri yang tinggi sekitar 65 persendan jumlah kunjungan wisatawan meningkat 127 persen yang menjadi potensi bagihotel. Metland Hotel Bekasi merupakan hasil perubahan citra merek dari @HOMHotel Tambun yang bertransformasi dari kategori hotel berbintang dua menjadihotel berbintang tiga yang merupakan hotel bisnis. Metland Hotel Bekasi belumdiikuti dengan pembaharuan desain yang mencerminkan identitas merek hotel.Melalui metode observasi, wawancara, dan pembagian kuesioner, permasalahanutama pada hotel, yaitu kurangnya penerapan elemen identitas merek di dalamaspek interior, ketidaksesuaian standar untuk hotel bintang tiga, dan kurangnyafasilitas penunjang seperti penanda ruang dan penataan sirkulasi yang efisien.Perancangan ulang dilakukan dengan pendekatan identitas merek untukmemperkuat visualisasi dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi tamu.Tema yang digunakan dalam perancangan adalah “Revalora: Revitalize, Value, Aura”dan konsep yang digunakan “Framing Identity Through Space” dengan gaya modernkontemporer yang menekankan tampilan bersih, dinamis, dan profesional.Implementasi untuk desain pada integrasi nilai-nilai merek, optimalisasi standarruang, dan peningkatan aspek pencahayaan, tata akustik, dan sirkulasi ruang.Kata kunci: Identitas Merek, Visualisasi, Perubahan Citra Merek
KAJIAN PENERAPAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY PADA RUANG LOBBY HOTEL BINTANG TIGA METLAND HOTEL BEKASI Perwitaningrum, Kamayasti
NALARs Vol. 25 No. 1 (2026): NALARs Vol 25 No 1 Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi Metland Hotel Bekasi dari hotel bintang dua menjadi hotel bintang tiga belum sepenuhnya mencerminkan perubahan identitas merek dalam aspek desain interior, khususnya pada ruang lobby yang merupakan titik temu pertama antara tamu dan hotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan brand identity pada ruang lobi Metland Hotel Bekasi guna menciptakan pengalaman tamu yang kuat dan meningkatkan kualitas ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deksriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa elemen brand identity seperti Clear Vision, Unique Story, dan Energy belum diterapkan secara optimal. Beberapa temuan lainnya menunjukkan ketidaksesuaian dalam aspek ergonomi, pencahayaan, sirkulasi udara, serta tingkat kebisingan yang belum memenuhi standar kenyamanan. Kajian ini merekomendasikan perancangan ulang area lobby yang mengintegrasikan identitas merek secara konsisten melalui elemen warna, material, bentuk, pencahayaan, dan furnitur.   Bekasi has become a region with the highest industrial absorption rate, alongside a significant increase in tourist visits, creating great potential for the hospitality industry. A strong brand identity within hotel interiors is essential to address the competition among three-star hotels. The transformation of Metland Hotel Bekasi from a two-star to a three-star hotel has not yet been reflected in its interior design, particularly in the lobi area, which serves as the primary point of interaction between guests and the hotel. This study aims to examine the application of brand identity in the lobi of Metland Hotel Bekasi to create a memorable guest experience and improve spatial quality. The research uses a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, questionnaires, documentation, and literature studies. The results show that brand identity elements based on Kim Kuhteubl’s theory have not been fully implemented. Other findings reveal inconsistencies in ergonomics, lighting, air circulation, and noise levels that do not meet comfort standards. This study recommends a redesign of the lobi area that consistently integrates brand identity through visual elements, materials, and spatial layout.