Mengacu pada Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor31 Tahun 2015, gedung depot arsip harus dapat mengakomodasi tiga fungsi utama,yaitu pelayanan publik, ruang kerja pegawai, dan penyimpanan dokumen. Minimnyafasilitas ruang publik serta ketidakoptimalan tata ruang kerja dan sistempenyimpanan pada Gedung Depot Arsip Kota Tangerang Selatan berdampak padaketidaksesuaian peran dan fungsi bangunan sebagai kantor pelayanan administratifyang bertanggungjawab atas pengolahan, penyimpanan, serta pelestarian arsiptingkat kota. Adanya masalah terkait lay out dan blocking ruang yang belum optimalmenyebabkan terjadinya gangguan alur aktivitas dan cenderung bertolak belakangdengan visi dan misi instansi. Selain itu, adanya berbagai kebijakan pemerintah yangmenuntut kantor pemerintahan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologiuntuk efisiensi dan peningkatan kualitas pelayanan turut menjadi permasalahan yangdihadapi. Oleh karena itu, dilakukan perancangan ulang dengan pendekatanteknologi untuk meningkatkan efisiensi kerja, keamanan arsip, dan kenyamananpengguna yang dapat meningkatkan kualitas, efektivitas, dan produktivitas yangsignifikan baik dalam pelayanan, penyimpanan, maupun ruang kerja pegawai.Integrasi teknologi yang memudahkan serta menciptakan lingkungan yang adaptif,modern, dan efisien menjadi fokus dari perancangan dalam memenuhi tuntutanpemerintah dan mewujudkan Visi Misi DPK Kota Tangerang Selatan sebagai instansiyang saling terkoneksi, efektif, dan efisien.Kata kunci: Depot Arsip, Kantor, Pelayanan Publik, Efisiensi, Teknologi