Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERENCANAAN PENCAHAYAAN BUATAN PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Buyang, Christy Gery; Sangadji, Fauzan A; Heriadi, Mul Fadia Fahira
JURNAL SIMETRIK Vol 15 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/js.v15i2.3560

Abstract

This study aims to analyze and design the artificial lighting system of the Faculty of Engineering Building at Pattimura University, Ambon, to meet the standards specified in SNI 03-6575-2001. Measurements were carried out using a Lux Meter Kuber AS803 to obtain natural and artificial lighting data for each room across the building’s three floors. Primary data include room dimensions, lamp types and quantities, and existing conditions, while secondary data were obtained from literature and lighting standards. Analysis was conducted using DIALux Evo to determine the average illuminance level and assess compliance with SNI standards. The results show that most classrooms and lecturers’ rooms have lighting levels below the standard, with average illuminance values of 112,25 lux, whereas the minimum standard for classrooms is 250-350 lux. The low illumination levels are caused by limited lamp quantity and low lamp power. This study recommends adding more lighting points, increasing lamp wattage, and optimizing lighting layout through DIALux Evo simulation to meet the standard and improve visual comfort for users. Based on the analysis and planning results, the total cost required to meet the artificial lighting standard for the entire building is Rp 280,924,489.Keywords: Artificial lighting; Dialux evo; construction costs
Analisis Pencahayaan Menggunakan Dialux Evo pada Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon Heriadi, Mul Fadia Fahira; Sangadji, Fauzan A.; Buyang, Christy G.
SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2026): SLUMP TeS : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/slumptes.v4i2.1426

Abstract

Berdasarkan pengambilan data lapangan yang telah dilakukan menggunakan Lux Meter Kuber AS803 data yang diperoleh menunjukkan bahwa beberapa ruang kuliah pada lantai 1, 2, dan 3 memiliki pencahayaan yang bervariasi. Misalnya, ruang Studio PWK di lantai 1 memiliki nilai iluminasi sebesar (22) lux, yang belum sesuai dengan Standar SNI yang merekomendasikan nilai iluminasi untuk ruang studio sebesar 350 Lux. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencahayaan di Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon dengan menggunakan perangkat lunak DIALux Evo. Tingkat pencahayaan yang diukur adalah pencahayaan alami dan pencahayaan buatan untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-6575-2001 tentang tingkat pencahayaan minimum yang direkomendasikan untuk lembaga pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung dan pengukuran menggunakan lux meter, pengukurn menggunakan lux meter dilakukan untuk mengetahui data awal pada setiap ruangan. Data primer meliputi dimensi ruangan, spesifikasi lampu, dan kondisi eksisting Gedung, dan data sekunder diperoleh dari literatur pendukung. Hasil simulasi menunjukkan bahwa beberapa ruang kuliah dan ruang dosen belum memenuhi standar SNI. Pada pencahayaan alami, nilai lux bervariasi tergantung waktu pengukuran, intensitas tertinggi terjadi pada siang hari dan menurun pada sore hari. Pada pencahayaan buatan, rata-rata nilai lux di lantai 1 adalah 114,73 lux, lantai 2 adalah 151,72 lux, dan lantai 3 adalah 71,34 lux, yang masih di bawah nilai standar SNI yang direkomendasikan untuk ruang kuliah yatu (250 lux). Faktor penyebab rendahnya pencahayaan adalah kurangnya jumlah titik lampu dan daya lampu yang rendah. Penelitian ini merekomendasikan penambahan titik lampu, peningkatan daya lampu, serta optimalisasi desain pencahayaan menggunakan DIALux Evo agar memenuhi standar SNI.